Ars Scribendi

Ars Scribendi. Adalah nama Blog saya. Yang telah pernah dibuat pada Maret 2009.

https://masri-sareb.blogspot.com/

Frasa ini digunakan untuk merujuk pada keterampilan atau seni menulis dengan kemahiran dan keahlian tertentu. Pada umumnya, istilah ini digunakan untuk mengekspresikan keahlian dalam menulis, baik dalam bentuk karya sastra, tulisan ilmiah, atau komunikasi tertulis lainnya.

Keterampilan menciptakan karya tulis

“Ars Scribendi” adalah frasa Latin yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “seni menulis.” Secara harfiah, ars berarti: seni. Sedangkan scribendi, dari kata scribere, yang berarti: menulis.

Kunjungi: Mindporter: Mindporting

Dalam konteks kreatif, “Ars Scribendi” mencerminkan keahlian dalam menciptakan karya tulis yang indah, meyakinkan, atau bermakna. Ini bisa mencakup kemampuan untuk merangkai kata-kata dengan indah, mengatur ide secara efektif, dan menciptakan narasi yang menarik.

Online writing - ilustrasi masri

Sejarah menulis sebagian besar adalah perkembangan bahasa yang diungkapkan melalui huruf atau tanda lain.

Dalam sejarah penulisan, cara-cara di mana sistem representasi bahasa evolusi dalam bentuk grafis di berbagai peradaban manusia, sistem penulisan yang lebih lengkap mengikuti protoskrip, yaitu sistem tanda ideografis dan/atau mnemonik.

Penulisan murni, di mana konsep dalam ungkapan linguistik diatur sehingga pembaca lain dapat merekonstruksi ungkapan tertulis dengan tingkat ketelitian yang moderat, merupakan perkembangan yang lebih lanjut.

 

Cuneiform
Protoskrip dibedakan, yang menghindari penggunaan umum tanda kata dan afiks. Salah satu bentuk ekspresi tertulis awal yang dikenal adalah tulisan cuneiform.

Tulisan cuneiform umumnya ditulis pada tablet lempung dengan menggunakan stilus atau alat tulis berbentuk segitiga. Tablet lempung kemudian dikeringkan atau dibakar untuk mengawetkan tulisannya.

Simbol-simbol cuneiform memiliki bentuk yang unik dan kompleks, dan mereka merepresentasikan berbagai bunyi, kata, atau konsep. Bentuk mata tombak ini digunakan untuk mengukir simbol-simbol pada permukaan lempung.

Tulisan cuneiform digunakan untuk menulis dalam berbagai bahasa di Mesopotamia, termasuk bahasa Sumeria, Akkadia, Babilonia, dan lainnya. Ini digunakan untuk mencatat berbagai informasi seperti catatan administratif, hukum, sastra, dan agama.

Tulisan cuneiform dapat ditemukan pada sejumlah besar benda-benda arkeologis, termasuk tablet lempung, prasasti batu, dan segel-segel silinder. Ini memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan, budaya, dan sejarah peradaban Mesopotamia.

Tulisan cuneiform merupakan salah satu pencapaian terbesar peradaban kuno dan memiliki dampak besar dalam mendokumentasikan pengetahuan dan kehidupan pada masa itu.

Baca 1 buku/ bulan: Proses Kreatif Saya Menulis Buku

Selain itu, frasa ini juga dapat dihubungkan dengan aspek teknis menulis, seperti tata bahasa yang baik, penggunaan gaya penulisan yang sesuai, dan kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan efisien.

Moneteisasi dari keterampilan menulis
Penggunaan “Ars Scribendi” mencerminkan penghargaan terhadap seni menulis sebagai keterampilan yang membutuhkan latihan, pengembangan, dan dedikasi untuk mencapai tingkat keunggulan.

Era digital membuka peluang baru, ini juga membawa tantangan, seperti persaingan yang ketat dan perubahan cepat dalam preferensi pembaca dan algoritma mesin pencari. Sebagai hasilnya, penulis kreatif dan profesional harus tetap beradaptasi dan mengasah keterampilan mereka sesuai dengan tuntutan pasar.

Di era digitalisasi seperti sekarang, menulis telah berkembang menjadi lebih dari sekadar seni; ia telah menjadi profesi yang signifikan. Transformasi ini telah memunculkan industri kreatif di sektor tulisan. *)

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply