Asal Usul “Singkawang” menurut Buku Ini

Asal usul “Singkawang” menurut buku ini demikian:

Orang Hakka menyebut kota yang dikelilingi pegunungan dan sungai ini dengan “San Khew Jong”. Arti harfiahnya: suatu kawasan dengan mata air mengalir dari gunung sampai laut.

Sekian lama hidup dan tinggal di San Khew Jong (Singkawang dalam bahasa Hakka), orang-orang Hakka banyak yang tak tahu lagi asal usul moyangnya.

Kini generasi mudanya rata-rata merasa Singkawang adalah tanah air leluhurnya. Maka tak heran, denyut nadi kehidupan di Singkawang adalah pancaran wajah sebuah Chinese Town dengan warna lokal.

Hasil penelusuran interteks, menemukan etimologi sekaligus etiologi kata “Sambas”. San Khew Jong (Singkawang) awal mulanya adalah kampung kecil, bagian dari wilayah kesultanan Sambas.

Adapun Sambas, dari dialek Hakka (Khek) setempat, yakni Sam = tiga dan Bas = Suku, mengacu ke tiga suku utama yang hidup dan bermukim di wilayah itu, yaki: Melayu, Cina, dan Dayak.

Dari sisi geografi, Singkawang terletak di wilayah khatulistiwa dengan koordinat di antara 0°44’55,85” – 1°01’21,51”LS 108°051’47,6”-109°010’19”BT. Adapun luas wilayahnya adalah 504 km².

Ada pula sealir sungai yang melintas kota, yakni Sungai Singkawang. Dalam bahasa setempat, Hakka, sungai disebut keu. Dahulu kala, sungai mengalir adalah tempat mandi bahkan mandi, cuci, kakus (MCK) alami bagi setiap warga.

Anehnya, meski mandi di kali yang airnya tidak begitu jernih, tidak membuat kulit amoi-amoi menjadi kusam. Tetap saja putih, bersih, kuning langsat. Dan tetap anciang (cantik).

dari buku ini, halaman 2 – 5.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply