BEST SELLER – Cap pada Buku tidak Sembarang

Jangan ikut-ikutan latah! “Best Seller” tak perna h disematkan pada buku yang pertama kali terbit. Meski jumlah cetaknya di atas tiras 3.000.

Best Seller baru terjadi pada cetakan kedua, dan seterusnya. Mengapa? Sebab telah ada rekor.

Di negeri Pancasila, meski penduduknya lebih 200 juta jiwa, ternyata minat beli buku, minim sekali. Tampaknya, orang Indonesia lebih suka belanja daripada belbuk -beli buku. Ironis!

Maka “best seller” di Indonesia ukurannya: Jika sejilid buku terjual, ludes, 3.000 eksemplar setahun.

Buku saya ini terkategori demikian. Memenuhi kaidah, baru ada label “Best Seller” setelah cetakan kedua, dan kesekian (biang gak ya?)

Best seller adalah buku yang penjualan ecerannya tinggi, belum termasuk penjualan grosir. Ukuran penjualan terlaris di negeri Pancasila berbeda dengan Eropa dan Amerika. Di sana terjual jutaan eksemplar, baru disebut BS. Di Indonesia, terjual 3.000 saja sudah terkategorikan demikian.

Best seller atau dapat diterjemahkan “penjualan terlaris” dapat didefinisikan sebagai buku, produk, atau layanan yang mencapai tingkat penjualan yang unggul jika dibandingkan dengan penawaran lainnya. Namun, buku terlaris dibahas di sini. Peringkat penjualan sebuah buku dapat ditentukan oleh:

  • Data penjualan industri.
  • Data penjualan untuk sumber atau saluran penjualan tertentu (misalnya, peringkat penjualan Amazon.com, atau di Indonesia –saya pernah melakukannya—dengan mengambil sampel random rekap data penjualan buku di toko buku utama Gramedia di Jakara seperti: TB GM Matraman, Supermall Gading Serpong, Karawaci, dan toko buku GM di Jakarta).
  • Penjualan untuk pasar atau jenis pelanggan tertentu (misalnya panduan referensi terlaris untuk dokter gigi).

Mengukur penjualan seharusnya cukup mudah, bukan? Tidak terlalu njlimet. Meskipun mungkin mudah untuk mengukur penjualan buku tertentu untuk satu toko atau outlet penjualan, di sinilah hal itu bisa menjadi berantakan.

Ada perbedaan antara penjualan “eceran” dan penjualan “grosir”. Ritel adalah pembelian oleh pelanggan/pembaca sebenarnya. Grosir adalah pembelian buku untuk dijual kepada pelanggan, misalnya, pembelian buku dalam jumlah besar di toko buku.

Best seller adalah buku yang penjualan ecerannya tinggi, belum termasuk penjualan grosir. Kompilasi data retail ini di seluruh industri bisa menjadi proses yang rumit dan mahal.

Lalu siapa yang mengukur penjualan ini? Data penjualan dapat dikumpulkan oleh organisasi penelitian, kelompok industri, atau publikasi. Misalnya, Daftar Penjual Terbaik The New York Times yang populer disusun dari data penjualan ritel yang dikumpulkan oleh The New York Times (Wikipedia).

Seperti yang diilustrasikan oleh contoh, daftar buku terlaris dapat menyertakan nama organisasi penerbit atau yang menyusun data survei.
best-seller-e4e88122

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply