Dayak hanya “Dijajah” Kolonial belanda 60 tahun, 3,5 abad itu di Tanah Jawa.

SALT STARVATION, bukan politik DIVIDE ET IMPERA DI TANAH DAYAK
Siang ini, diskusi dengan seorang kanidat doktor dari Belanda. Dua berita, yang sedih dan gembira.
 
Sedih: Jika benar bahwa kabar kabur yang menyebutkanTropenmuseum pada 2014 bangkrut dan mengibahkan koleksinya kepada siapa pun, termasuk Erasmus. Artefak, foto, naskah asli tentang Dayak bisa terancam punah manakala tidak jatuh ke tangan kita, atau tidak ada universitas yang dihibahkan, atau meminta.
 
Ayolah universitas di Kalimantan menelusuri bagaimana bisa mendapat hibah berharga itu karena sangat penting.
Gembira: hari ini saya menemukan sebuah taktik Kompeni Belanda yang digunakan di luar Jawa, utamanya Kalimantan dan Sumatra. Politik pecah belah “divide et impera” itu cocok diterapkan untuk suku bangsa yang solid dan harmonis.
Akan tetapi, untuk suku bangsa yang saling perang dan kayau seperti Dayak, poltik itu namanya SALT STARVATION –yang secara harfiah “haus darah”, atau haus garam. Bagaimana teori itu, akan saya bahas dalam satu paper atau buku tersendiri. Teori ini tidak banyak muncul keluar, karena alasan dan pertimbangan tertentu, misalnya “tabu, takut” dan jika kita orang dalam yang membukanya, menjadi tidak masalah.
 
Butuh cumulative impact –100 – 200 tahun– teori itu bekerja untuk bisa menaklukkan suku Dayak. Karena itu, saya mendapat sudut bidik, atau kerangka teori baru memandang Perjanjian Tumbang Anoi 1894 yang sangat rasional dan sebuah pisau analisis tajam membahas fenomena sosok Controleur Kapuas, A.C. Deher di balik musyawarah besar itu dan peran Damang Batu.
 
Sebagian hipotesis Marx Mahin sudah benar yakni “rust en orde”. Namun, dengan “salt starvation” saya menemukan lebih mudah dan masuk akal menjelaskan fenomena Musyawarah Tumbang Anoi karena lebih komprehensif dan lebih menjelaskan fenomena waktu itu!
Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply