Digital Economy| Do It Yourself (DIY)

Panta rhei kai ouden menei –demikian filsuf Heraclitus (540-480 s.M.) berdalil.

Ya! Semuanya berubah. Yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri!

Dunia kita, telah lama berubah. Terutama semenjak teknologi media komunikasi menggantikan teknologi analog. Dipercepat oleh Pandemi Covod-19, membuat dunia digital yang dahulu maya, kini nyata.

Gerai atau toko konvensional buka 12 jam maka toko daring ini buka nonstop 24 jam. Ditinggal tidur oleh pemiliknya pun tetap jalan, tidak perlu repot, tidak perlu banyak modal, tidak perlu sewa kantor, dan tidak perlu bayar gaji pegawai. Semua dilakukan sendiri, sehingga disebut sebagai do-it-yourself. Hasilnya pun untuk diri sendiri, sehingga sangat sangkil dan mangkus.

Saat ini. Kita semua merasakan faktanya. Relasi dunia maya-dunia nyata bisa timbal balik. Yang semula relasi maya, tidak mengenal satu sama alin, kemudian berubah menjadi saling mengenal.

Teknologi, dan jaringan Internet, memangkas segalanya: waktu, jarak, dan ruang.

Dari User menjadi Producer
Generasi muda yang lahir sebagai “generasi digital”, ternyata bukan hanya pengguna (user) teknologi bernama Internet dengan segala perangkat atau media penyampai pesannya. Mereka tidak hanya menjadi penikmat media seperti beberapa tahun lalu, tetapi mereka sudah memproduksi media seperti contoh blog, video, portal, dan lain sebagainya.

Dan zaman sekarang sedang zamannya do-it-yourselfDIY (suatu kegiatan membuat, memperbaiki dan atau memodifikasi sesuatu yang dilakukan sendiri oleh seseorang tanpa memerlukan bantuan seorang yang ahli di bidangnya.)

DIY ini memungkinkan seseorang untuk kreatf di bidang atau kompetensi masing-masing, lalu mempromosikan serta menjual hasilnya melalui media dalam jaringan (daring) atau online shop.

Keunggulannya adalah: jika gerai atau toko konvensional buka 12 jam maka toko daring ini buka nonstop 24 jam. Ditinggal tidur oleh pemiliknya pun totok tetap jalan, tidak perlu repot, tidak perlu banyak modal, tidak perlu sewa kantor, dan tidak perlu bayar gaji pegawai. Semua dilakukan sendiri, sehingga disebut sebagai do-it-yourself. Hasilnya pun untuk diri sendiri, sehingga sangat sangkil dan mangkus.

Apa sajakah bidang yang bisa menjadi lahan garapan model DIY?

Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Di antaranya adalah:  Periklanan , Arsitektur, Pasar Barang Seni, Desain, Fesyen, Video, Permainan Interaktif, Musik, Seni Pertunjukan, Penerbitan dan Percetakan, Layanan Komputer dan Peranti Lunak, Televisi dan Radio, Riset dan Pengembangan, dan Kuliner.

Makalah Dr. Mari Pangestu (2009) ketika memberikan kuliah umum di kampus Universitas Multimedia Nusantara, di mana saya menjadi ketua pelaksana saat itu sebenarnya telah lebih awal menujumkan ekonomi era baru itu.

Di dalam rentang “era baru” semuanya dapat diproduksi sendiri, dipromosikan sendiri, dijual sendiri melalui media daring yang khalayak dan konsumennya kebanyakan generasi muda. Lalu hasil jualan tadi dinikmati sendiri hasil industri kreatifnya. Itulah yang disebut dengan do-it-yourself.

Produksi Media Kreatif
Media berbasiskan digital secara virtual adalah global village tempat orang berkomunikasi dan bersosialisasi sesuai dengan fitrahnya, yakni “man can not, not communicate”.

Maka sejak 2022. Saya masuk ke dalam bingkai ekonomi kreatif, yakni industri 4.0.

Sebagaimana Anda saksikan di portal kita ini. Erat kaitan 4 dimens media: alat, isi, khalayak, dan industri.

Semua dimensi tali-temali. Isi media menentukan siapa dan jumlah pembaca. Pembaca terkait Iklan (Google Adsense) yang didapat.

Google punya “aturan main” sendiri yang tidak boleh kita langgar. Sekali dilanggar, kena Suspense atau banned.

Selesai.

Jadi, meski DIY. Tetap kita masuk ke dalam perangkat dan dunia yang orang lain (dalam hal ini Google) punya.

kredit gambar:
gambar utama model: Cindy Cristella
gambar penyerta: capture laman portal kita ini.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply