Endorsement Sebuah Buku

Endorsement.
Secara harfiah berarti: dukungan, peneguhan, penguatan.

Dalam hal dunia penerbitan buku, endorsement adalah: pendapat, komentar, atau catatan seseorang (biasanya pakar, atau orang yang paham) akan suatu topik yang menjadi fokus konten sebuah buku. Tujuannya jelas: mengukuhkan si penulis yang menyajikan konten, bahwa buku itu penting dan berguna, perlu dibaca, jangan bimbang dan ragu akan kebenaran yang diungkapkan di dalamnya. Hal ini berkaitan dengan seseorang, yang karena kepakarannya, kerap dianggap sebagai “otoritas ilmu”.

Jadi, endorser tidak sembarang! 

Lazimnya, endorsement ditempatkan pada cover belakang buku –jika tidak panjang. Jika panjang, diringkas. Edisi lengkapnya, bisa dimuat di bagian Preliminary.

Sering endorsement mengganti fungsi sinopsis. Namun, ada pula yang menyertakan sinopsis.

Khusus novel sejarah Keling Kumang (2015) ini, saya merasa cukup kuat endorsement saja tanpa sinopsis. Malah adanya sinopsis akan menganggu dan melemahkan kekuatan dari endorsement. Ditimbang-timbang, sebagai tambahan daya-kekuatan dalam cover buku ini  justru menampilkan bio-narasi singkat penulisnya. Ini tidak lazim!

Simak contohnya:

Keling Kumang adalah legenda Dayak Ibanik. Mereka simbol harmonisasi keluarga Dayak yang hidup rukun, saling menolong, sejahtera, dan menjaga keserasian alam. Kekuatan apa pun yang coba memisahkan keduanya, tidak mempan, seperti dikisahkan lewat penceritaan yang penuh kejutan dan tidak mudah ditebak. Adat istiadat dipatuhi dengan saksama. Novel ini berusaha menggali kearifan nenek moyang suku bangsa Dayak zaman baheula yang semangatnya tetap relevan untuk hari ini. Inilah sastra konteksual itu.

–Korrie Layun Rampan
Kritikus Sastra Indonesia dari etnis Dayak Benuaq

Keling Kumang dua pribadi yang saya kagumi. Tujuh tahun lalu saya mulai mengenal nama Keling Kumang saat saya menjadi seorang aktivis di Credit Union Keling Kumang. Dari kisah yang saya dengar, mereka dipercaya masih hidup hingga kini. Pernah, saya berkeinginan menulis kisah tentang mereka dari cerita-cerita yang saya dapatkan. Ketika mendapati novel ini terbit, saya bersyukur bahwa ada pribadi yang peduli untuk mengangkat sejarah.
— Angela Januarti
Karyawan CU Keling Kumang, penulis dan pembaca.

Saya mengagumi tokoh sepanjang masa ini, Keling dan Kumang. Pertama mendengar dari nenekku, Benang, yang sering menceritakan legenda ini ketika usiaku di bawah 10 tahun. Kini saya bisa membacanya kembali dalam sebuah novel. Saya yakin Keling dan Kumang membimbing CU Keling Kumang dari alam keabadian.

Munaldus Nerang
Penggagas berdirinya CU Keling Kumang

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply