Entreprenur: Dilahirkan atau Dijadikan?

Apakah entrepreneur atau wirausaha sesuatu yang dapat dipelajarim Ataukah bakat?

Sebelum menjawab pertanyaan itu baiklah kiranya kita lihat fakta sejarah yang berikut ini. Apakah Ciputra seorang yang dilahirkan sebagai pengusaha? Adakah dia diberi modal oleh orang tuanya untuk berusaha?

Tidak. Bukan!

Ciputra satu hari pada mengisahkan ihwal history, kisah panjang, bagaimana proses dia menjadi seorang entrepreneur. Dia adalah seorang anak kampung yang memutuskan pergi dari kampung halamannya di Parigi untuk melanjutkan sekolah mulai dari SMP di Gorontalo dan SMA di Manado, kemudian dari seorang anak yang sederhana masuk ITB jurusan arsitektur di Bandung.

Di kota kembang inilah Ciputra mengaku hidupnya sangat sederhana serba terbatas penuh keprihatinan. Seluruh hidup masa remajanya mahasiswa ditempuh dengan suatu perjuangan yang sangat luar biasa. Prihatin lah, intinya. Begitu dia mulai memikirkan, setelah itu bagaimana hidup lebih baik dengan usaha-usaha dengan juga suatu strategi mulai mencoba untuk mengubah takdir hidupnya. Dan kita tahu bersama, kemudian siapa seorang Ciputra.

Di pihak lain, ada pula yang kita kenal dengan family business. Hal yang senantiasa kita dengar dalilnya demikian ini: generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, sedangkan generasi ketiga menghancurkan.

Dari kedua contoh di atas, saya tidak hendak menjawab pertanyaan yang menjadi judul narasi ini.

Silakan pembaca sendiri yang menjawabnya.

Yang hendak saya kisahkan adalah bahwa dalam 3 bulan terakhir ini saya diminta oleh seorang pengusaha untuk menuliskankan baginya sebuah buku dengan topik entrepreneur.

“Jangan tonjolkan bagaimana saya menjadi seorang enterpreneur. Sebab setiap orang pasti jalan sukses itu berbeda-beda. Hal yang paling pokok digali dan dapatkan apa yang menjadikan saya sukses sebagai seorang pengusaha. Yang paling pokok dari buku adalah menjadi inspirasi yang diolah sedemikian rupa sehingga dapat memotivasi dan menginspirasi orang lain untuk berbuat hal yang serupa.”

Buku. Yang utama adalah menginspirasi. Baca juga artikel terkait https://bibliopedia.id/edit-2/?pid=12438&_wpnonce=3a89e12f97&v=b718adec73e0
(masri sareb putra)

 
Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply