Filsafat | Thales, Bapak para Filsuf (2)

Sebagai pertanggungjawaban akademik. Mau tak mau Pembaca diajak sejenak untuk berkelana. Masuk jauh ke alam masa lampau.

Kita menjejlajah Tanah Yunani. Melalui imaginasi dan fantasi saja. Mari mulai!

Pada abad ke-6 SM negara-kota di daratan Yunani menjadi pusat komersial yang berkembang pesat. Orang-orang Yunani mengembangkan, melalui seni drama mereka, gagasan tentang aturan kebutuhan, daripada kebetulan buta.

Orang Yunani mulai membangun struktur dasar demokrasi di abad jauh sebelum Masehi. Mereka telah mewarisi semangat petualangan pelaut dari peradaban Minoa sebelumnya. Mereka bepergian secara luas. Menjelajahi benua. Mengarungi samudera.

Hal yang mendukung adalah bahwa orang Yunani memiliki bahasa yang cocok untuk deskripsi yang tepat. Mereka telah mengasimilasi geometri dari Mesir, dan pengetahuan bintang dan pengetahuan tentang kalender dari Asia Kecil. Namun, sejarah awal ini sama sekali tidak pasti.

Thales sebagai Bapak Kita Semua
Siapakah orang pertama yang melahirkan sistem, atau olah filsafat?

Untuk salah seseorang Yunani yang lebih pantas untuk disalahkan, karena memulai olah-filsafat, tak lain tak bukan orang itu adalah Thales.

Thales adalah orang pertama yang digelari sebagai manusia “bijaksana”. Dia adalah seorang politikus, geometer, astronom, dan pemikir di pelabuhan Miletus yang sibuk. Dia dipuji karena memprediksi gerhana matahari dengan tepat pada 585 SM. Dia tidak tertarik mitos Tut dalam pengetahuan tentang dunia dan bintang-bintang. Dia adalah pemikir praktis.

Akan tetapi, Aristoteles meninggalkan banyak tulisan. Kebanyakan dari tulisan warisannya adalah risalah yang diperdebatkan. Dia bukan penulis yang menghibur seperti Plato, dan seorang ahli pikir yang dihormati oleh para sarjana Gereja, sebaliknya sosok filsuf yang dicerca di era Renaissance.

Stigma sebagai profesor membosankan telah menempel padanya. Tetapi dalam ruang lingkup, dan seringkali dalam hal tertentu, ia melampaui Plato.

Aristoteles adalah orang pertama yang memilah dan membagi bidang penyelidikan. Yang pertama, ia mencoba mengklasifikasi pengetahuan manusia. Logika Aristoteles menyatakan bahwa blok bangunan dasar dari semua argumen adalah SILLOGISME. Yang terkenal adalah bangun silogisme yang berikut ini:

SEMUA manusia (akan) mati (premis maior)
SOCRATES adalah manusia (premis minor)
SOCRATES (akan) mati. (konklusi)

Kelak, kita mengetahui bahwa Logika adalah salah satu dari 7 cabang filsafat. Yang buku-bukunya banyak diturunkan, dan diadopsi. Menjadi bacaan wajib, bahkan mata kuliah, di Fakultas Filsafat.

Jika mencermati buku Dasar-dasar Logika, maka Silogisme Aristoteles ini tidak pernah tidak menjadi menu sajian utama.

sumber bagan: google/Philosophy forBeginners
sumber gambar Thales: https://en.wikipedia.org/wiki/Thales_of_Miletus

(bersambung)

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply