Google Scholar | Kiat Publikasi Banyak Dikutip

Agar publikasi tulisan kita banyak disitasi, atau dikutip, adakah kiatnya?
Memang ada! Seperti Anda lihat pada ilustrasi tuisan ini, sitasi karya saya di Google Scholar mencapai 2021.

Tentu saja, hal itu tidak tiba-tiba. Semua ada prosesnya. Saya menjadi dosen sejak 2005.

Pertama kali mengajar di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta. Kantor tempat saya bekerja waktu itu, PT Grasindo mengizinkan karyawan tertentu mengajar untuk membangun relasi, di samping bisa mengembangkan diri dan ilmu untuk kepentingan perusahaan.

Google Scholar jujur. Mencatat apa adanya. Sejumlah itu karya kita, sebilangan itu pula yang tercatat. Itulah “rapor” kita sebagai penulis dan dosen!

Saya mengajar mata kuliah “Produksi Media Cetak}. Setahun setelah mengampu mata kuliah itu, saya menerbitkan buku ini –difasilitasi university Press dan diterbitkan oleh Graha Ilmu.

Sejak itu, karya (tulis) saya masuk dalam jagad digitalisasi. Semuanya terindeks dalam Google. Di mana karya kita, sebagai penulis dan dosen, dengan saksama yang dikutip, akan tercatat di dalam Google Scholar.
Selanjutnya, Anda dapat kunjungi: https://scholar.google.com/citations?user=KGdAkIwAAAAJ&hl=en

Asalkan karya kita masuk dalam digital yakni Internet, entah web, portal, jurnal, atau e-book maka semuanya terekam dan terjejak dengan baik. Data Google Scholar jujur. Mencatat apa adanya. Sejumlah itu karya kita, sebilangan itu pula yang tercatat. Itulah “rapor” kita sebagai penulis dan dosen!

Apa kiat agar karya kita banyak disitasi?

Tentu ada. Berdasarkan pengalaman itu, saya ingin berbagi. Tulisan yang banyak ditasinya, adalah topik yang berikut ini.

  • Teori baru terkait suatu ilmu, misalnya saya menulis artikel “Tadisi Hermeneutika dalam Studi Komunikasi”.
  • Topik yang banyak dicari mahasiswa untuk menulis paper/ karya ilmiah, misalnya seperti buku saya Kiat Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini, banyak dikutip mahasiswa yang meneliti topik mengenai literasi dasar, banyak dikutip dan diadikan acuan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan.
  • Nama mata kuliah, misalnya: Teknik Menulis Berita dan Feature.
  • Hal-hal baru, yang belum atau jarang dibahas. Misalnya: Evolusi Headhunter dari Masa ke Masa: Memahami dan Mengubah Mispersepsi mengenai praktik Ngayau suku Dayak.

Jika Anda dosen, menulis dan publikasi merukana keharusan yang melekat pada Tridharma Perguruan Tinggi. Selain mencerminkan jam terbang dan reputasi Anda.

Khusus bagi institusi/ perguruan tinggi, publikasi dan jumlah sitasi, akan menaikkan pemeringkatan perguruan tinggi –yaitu Webometrix.

Silakan mencoba!

 

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply