Karol dan Nasib Petani Sawit

Saya baru saja melintas dan memintas tanah Landak, yang di masa kolonial sangat terkenal subur itu. Terutama bukit dan gunung-gunung serta tanjung di sekitar tepian sungai Landak.

Geliat ekonomi setempat sepertinya hidup. Perusahaan sawit tercatat cukup lama beroperasi di wilayah ini, sejak awal tahun 1980-an. 

Namun, penduduk baru era Cornelis Bupati Landak (2001-2006.- 2008) mulai menanam sawit mandiri. Era Cornelis inilah muncul slogan, “Tanam sawit panen duit”.  Namun, waktu itu, alih-alih didengarkan, sebagian orang menertawainya.

Dan kini, di masa pandemi dan masa resesi global, terbukti visinya jauh ke depan. Sawit terbukti ampuh, tahan terhadap turbulensi ekonomi. Meski harga sempat anjlog, toh tetap memberi manfaat secara ekonomis.

Konsep rakyat punya sawit ini di Landak, diteruskan sang putri Karolin Margret Natasha (KMN). Sewaktu jadi bupati, KMN membela habis-habisan berjuang untuk rakyat, agar mereka (juga) mengecap manisnya hidup dari sawit.

KMN, atau kerap juga disapa Karol, berjuang untuk rakyat terkait dengan konflik kepentingan dengan perusahaan.

Sesuai dengan putusan MA, KMN menang melawan tuntutan Forum Pengusaha Sawit. Dengan begitu perusahaan sawit di Kabupaten Landak wajib mengalokasikan paling kurang 30 persen dari lahannya untuk petani plasma.

Ini bentuk keberpihakan kepada rakyat yang berada di sekitar kebun, sehingga investasi perkebunan tidak hanya sekedar bisnis, namun juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Perusahaan tidak rugi dengan mengalokasikan 30 persen lahan untuk petani plasma, karena para petani itu juga bagian dari perusahaan dan jika dibina dengan baik akan membesarkan perusahaan juga serta mengamankan investasi.

KMN (Bupati Landak periode 2017-2022), diumumkan ayahnya pada acara peresmian Bukit Ulis -kawasan perkebunan Cornelis di desa Takiung, Sidas, Kab. Landak Kalimantan Barat pada 7 Januari 2023 untuk maju lagi memperebutkan posisi Bupati periode berikutnya.

“Karol baru sekali jadi bupati. Jadi, ia masih punya kesempatan. Kita dorong dia maju lagi,” tegas anggota DPR-RI, Dapil I Kalimantan Barat.

“Politik adalah jalan strategis dan cepat menentukan nasib sendiri. Jadi, pilihlah pemimpin yang berpihak pada rakyat,” kata Cornelis yang disambut antusias tepuk tangan meriah sekitar 400 hadirin.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply