Capture-b85ad905

Keng: Alat Musik Tradisional dari Bambu yang Lahir dari Bunyi Galah

Manusia Dayak bagian dari kosmos. Jagad raya mereka berasal. Dan akan kembali ke alam.

Oleh karena itu, semesta alam bukan saja kulkas. Juga napas hidup. Dan nyanyian!

Keng – alat musik pukul, misalnya. Awalnya adalah bunyi dari galah jatuh: keeeeng! Didengar, kok indah? Lalu ujung galah, yang bercabang dua, untuk menjolok buah, dipotong ujungnya. Cara membunyikannya dengan memukulnya tepat pada pergelangan tangan, yang ada tonjolan tulangnya.

Keng, satu dari alat musik alam yang mengiringi lagu “Kapan Kapan” Koes Plus yang dalam bahasa Lengilo, Krayan, disebut: Idan Idan.

Kami memainkan alat musik alami itu. Dan sama-sama menyanyikannya pada penutupan Batu Ruyud Writing Camp – 3 November 2022.

Tak dinyana. Spontanitas kami, latihan di malam hari, membuahkan suatu paduan musik alami dan lagu yang ternyata banyak digemari.

Musik bukan semata-mata tentang keindahan bunyi. Ia juga keteraturan rentak irama. Konsistensi bunyi, yang terus-menerus, meski jika berdiri sendiri tak-ada-arti. Ia berbunyi dan indah bersama yang lainnya.

Sontak saja. Musik alami Lengilo dan lagu perpisahan itu pun… viral.

Biarlah menghibur semua orang:

Idan idan.. tau miyek papu beru…………..

https://www.youtube.com/watch?v=4DrmerEsoZk

Leave a Comment

Scroll to Top