Learning from the Vereenigde Oostindische Compagnie (3)| Planting and Growing Rich with Pepper Commodities

Penasaran dan ingin tahu. Mendorong saya membuka dan membolak balik lembaran sejarah. Masuklah saya ke dimensi waktu masa lalu, ke era kompeni Hindia Belanda.

Apa komoditas yang bisa membuat petani kaya?
Ternyata, memang ada; Komoditas apa gerangan? Salah satunya: lada. Yang dalam khasanah ilmu dan pergaulan dunia, dikenal dengan: piper nigrum.

Pada awal mula, kuasa Kompeni Hindia Belanda (VOC) adalah ekonomi. Lada, atau sahang, satu di antara komoditas rebutan kompeni dengan Inggris dan Portugis.

Saya mencatat sejarahnya fakta yang berikut ini.

1602:
Kapal East India Company mendarat di pulau Sumatera. Perdagangan lada mulai di pulau ini. Para pedagang ini dalam misi mereka singgah di Johor (Malaysia), Siam, Amboyna (pulau kecil), perlahan tapi pasti semakin mengalahkan pamor Portugis, akan tetapi usaha mereka berhasil digagalkan di Maluku. Seperti diketahui, East India Company, kadangkala disebut sebagai John Company, merupakan sebuah perusahaan saham-gabungan dari para investor, yang diberikan Royal Charter oleh Elizabeth I pada 31 Desember 1600, dengan tujuan untuk menolong hak perdagangan di India.

Kesultanan Banjar mulai mengalami masa kejayaan pada dekade pertama abad ke-17 dengan lada sebagai komoditas dagang.

1621:
Kompeni Belanda menyerang Kepulauan Benda. Bersaman dengan itu, para penduduk yang menyerah kalah, mereka jajah dan jadikan kuli.

1641:
Kompeni Belanda menaklukkan Malaka. Bersamaan dengan itu, perdagangan lada mereka kuasai dari Asia Timur Jauh.

Bersamaan dengan kedatangan kompeni Be­landa ke Nusantara, lada semakin menjadi prima­dona. Tanaman merambat yang butir-butir buahnya kecil, tapi pedas dan multiguna ini menjadi komodi­tas yang memerkaya pemain tata niaganya. Akan tetapi, pelaku lokal pun turut menikmatinya seperti tertulis, “Kesultanan Banjar mulai mengalami masa kejayaan pada dekade pertama abad ke-17 dengan lada sebagai komoditas dagang….” (Sahriansyah, 2016: 4).

Lada juga terbukti membuat orang menjadi kaya (Ryadi, 20016: 43). Oleh karena itu, banyak orang, kompeni, bahkan negara berloma-lomba untuk menguasai tata niaga lada dunia. Lada pula yang menjadi sebab-pertengkaran, bahkan sebab perang antar-negara terutama pada masa kolonialisme (li­hat kronologi).

Era kompeni Hindia Belanda telah berlalu. Namun, kompeni (company) sebagai sebuah perusahaan dagang esensinya baik dan wajib. Jka di Eropa, Credit Union telah berusia ratusan tahun. Hampir sama dengan VOC. Tapi di bumi Borneo, baru setengah abad. Tahun 1970-an koperasi kredit itu disemai di ranah Dayak dan hari ini tumbuh berkembang sebagai sebuah kekuatan ekonomi kerakyatan.

Tapi baiklah. Agaknya, tentang CU ini menjadi topik narasi tersendiri nanti.
(bersambung)


2 Haaren van Jangkang akan menjual lada hasil ondernemingnya. Terinspirasi VOC.  Hasil yang banyak ditahan dulu (ditabung) untuk dilepas/ dijual ketika harga melambung. Bedanya dengan komoditas lain, lada tahan disimpan dalam masa waktu lama: bisa setahun.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply