Marketing on the Internet

Tahun 1997. Edisi perdana, ori dari Indiana University, buku ini terbit. 

Sebagai acquisition editor [1] salah satu penerbit kelompok Kompas Gramedia, saya tertarik membeli copy right buku ini. Deal pun terjadi. Kami memiliki hak-menggandakan (copy rigts) buku ini ke bahasa Indonesia.

Setelah proses pracetak, cetak, hingga distribusi. Ternyata, buku ini masuk kategori “slow moving”. Singkat cerita: sebabnya pasar belum siap. Pasar buku luar negeri dengan pasar Indonesia, terlalu jauh rentang kemajuan peradabannya. Kita, waktu itu, belum ada budaya Internet.

Baru setelah pandemi Covid 19, Internet yang semula dunia maya, menjadi: nyata. Pesan intinya: tidak ada buku yang tidak laku. Yang ada: buku belum bertemu pembelinya. Kini buku ini sangat relevan. Dan dicari-cari sebagai manual.

Apa saripati buku ini?

Internet sedang naik daun. Dalam dunia usaha, kecanggihan teknologi ini dimanfaatkan untuk kepentingan pemasaran  dan penjualan. Bagaimana hasilnya?

Judul               : Marketing on the Internet
Penulis            : Jill H. Ellsworth & Mattew V. Ellsworth
Penerbit          : John Willey & Sons, Inc, New York, 1997
Tebal               : 428 halaman

Tidak ada yang tetap dalam dunia usaha, yang tetap adalah  perubahan itu sendiri. Demikian adagium tersohor, yang amat diyakini kalangan usaha, terutama para pemasar.

Perubahan itu, kemudian membuat para pemasar memutar otak, mencari terobosan baru bagaimana harus menjangkau konsumen. Maka, di tahun 1980-an, dikembangkanlah oleh para pakar pemasaran sebuah metoda yang popular dengan marketing channels. Ini adalah upaya ilmu pemasaran mencari solusi atas dinamika dalam jalur-jalur pemasaran yang berubah cepat.

Yang tetap dalam jalur pemasaran adalah perhatiannya  kepada proses kepemilikan dan pengalihan fisik komoditas, produk dan jasa (Donald J. Bowersox, dkk  Management in Marketing Channels, 1992).

Kini, memasuki abad 21, pasar berubah sama sekali. Pemasaran cara tradisional  door to door, meskipun diakui cukup andal, terasa kurang efisien dibanding internet. Kini internet merupakan hal yang lazim baik untuk kepentingan individual maupun untuk keperluan bisnis.

Di masa lalu, internet terbatas digunakan dalam dunia bisnis. Tapi ini, kelihatan bisnis dalam internet dilakukan oleh perusahaan-perusahaan modern. Pemasaran melalui jaringan internet jadi semacam trend. Karena itu, sebuah perusahaan yang tidak menggunakan jaringan internet untuk memasarkan produknya, akan sulit bersaing.

 

Membantu pemasar

Secara historis, internet dikembangan dari ARPAnet, yang didirikan oleh Advanced Research Projects Agency. Sistem riset seperti ini, dikembangkan oleh Departemen Pertahanan  Amerika Serikat awal tahun 1970 untuk jaringan sistem  risetdan untuk berkomunikasi secara cepat antara ilmuwan dan periset. Baru kemudian, sebenarnya, internet digunakan oleh dunia usaha.

Pada awalnya, barangkali terasa sukar menggunakan jaringan internet untuk pemasaran ini hanya soal teknis. Tapi, lama kelamaan, terasa bahwa menggunakan jaringan internet untuk pemasaran akan banyak membantu. Terutama dari sisi efisiensi waktu dan biaya, pemasaran melalui jaringan internet  akan memberi hasil yang sangat memuaskan.

Buku ini sengaja diterbitkan untuk membantu perusahaan-perusahaan yang ingin menggunakan jaringan internet, terutama dalam mengakses World Wide Web. Seperti dimaklumi, Web adalah sistem  yang memungkinkan seseorang memanfaatkan waktu 24 jam untuk bekerja. Semua jenis pekerjaan ditempatkan dalam komputer, yang disambungkan dengan internet.

Untuk kepentingan pemasaran dan penjualan, World wide Webb menawarkan berbagai kemudahan. Seperti katalog dengan  halaman yang diformat, order form, online custumer supports,  efisiensi di dalam biaya promosi dan mailing cost, dan data lengkap mengenai customer.

Pemasaran melalui jaringan internet, terutama di negara maju, saat ini sedang mencapai puncak. Di Amerika, misalnya, cara pemasaran melalui internet digunakan mulai dari pengusaha kecil hingga ke konglomerat. Banyak fungsi bisnis dan kegiatan pemasaran dapat dilakukan dengan menggunakan Web online. Termasuk di dalamnya komunikasi (keluar maupun ke dalam perusahaan), informasi mengenai manajemen dan distribusi, Public relations, customer services, perawatan teknis, penghematan biaya, dan sudah barang tentu untuk pemasaran  dan penjualan.

 

Buku pintar dan praktis

Ditulis mantan dekan, seorang professor, dan konsultan internet untuk 500 perusahaan Fortune, buku ini sangat jauh dari paket teori. Langsung dapat digunakan dan praktis.

Untuk memudahkan pemasar berkomunikasi dengan pengguna jaringan internet diberbagai negara, disajikan pula kode negara yang menggunakan jaringan internet (hlm. 7-13)

Dilengkapi dengan contoh, buku ini membantu para pemasar bagaimana memanfaatkan jaringan internet untuk memperluas jaringan dan meningkatkan omset penjualan.

Namun, jangan lekas-lekas takabur. Mengggunakan jaringan internet untuk pemasaran dan penjualan, tidak otomatis menyelesaikan semua permasalahan. Seperti biasanya sebuah cara pemasaran baru, faktor sumber daya manusia tetaplah nomor wahid. Internet hanyalah “senjata”. Yang paling penting adalah faktor manusia di balik senjata itu.

notes:
[1] The role of an acquisitions editor is to acquire and prepare commercial books, academic papers, or other written projects for print or digital production. They work on the editorial team, and select projects based on their employer’s objectives – menurut https://www.ziprecruiter.com/career/Acquisitions-Editor

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply