Menghindari Opening Novel dengan “Matahari”

Lancang. Benar-benar lancang. Ah, gak juga.  Sungguh terlalu kalau bilang begitu. Bukan lancang, melainkan: me too product. Ikut-ikutan produk, yang telah lebih dulu pakem. JIka tidak mengikuti, terasa tidak benar. Minimal, ada yang kurang sreg.

Itulah sebenarnya lancang.

MATAHARI dalam novel Indonesia.

baca juga: https://bibliopedia.id/toni-morrison-jika-ingin-baca-buku-novel-yang-belum-ditulis-anda-sendiri-yang-harus-menulisnya/?v=b718adec73e0

Bisa jadi, selama ini Anda hanya menikmari saja alur cerita suatu novel. Tanpa bukan sengaja, bahkan merencanakan mengamati apa yang menjadi openingnya? Kalau saya, memang dengan sengaja mencari. Dan mempelajari. Mana saja novel yang ketika pengarang mengawalinya, mulai dengan: matahari.

Menghindari sama sekali “matahari” dalam novel mungkintidak bisa. Setidaknya, opening novel-novel saya tak ada mulai dengan: Matahari.

Saya membaca ratusan novel Indonesia, sebuah riset kecil mengamati bagaimana OPENING rata-rata novel kita. Saya temukan fakta ini: sekitar 30% novel Indonesia mulai dengan MATAHARI. Contoh:

  1. Mentari senja jatuh menerpa Tower I Hilton Jakarta. Berkas-berkas cahayanya bewarna perak, menyapu lembut pucuk-pucuk taman hias yang merambat di dinding depan gedung berlantai tiga puluh tersebut. (John Handol Malau, Parumaen dari Roma: 1995)
  2. Tiwi melangkah ringan memasuki kampus Universitas Garuda. Pagi kelihatan cerah, ramah, dan bersahabat. Hangat, sehangat sapa Pak Kenton yang mejaga gerbang. (Zara Zettira, Jejak-Jejak Jejaka: 1989)
  3. Tania Rejana terjaga ketika matahari sudah lama menerobos ke dalam kamarnya lewat jendela yang dibiarnya terbuka semalaman. (Marga T., Dibakar Rindu: 2003)

Contoh lain? Temukan ulasan selengkapnya dalam bukuindonesia.com

Harusnya, opening novel bisa lebih kreatif. Jangan ikut-ikut latah! Namanya, dalam dunia penulisan dan penerbitan: me too product, produk ikutan. Padahal, opening novel dapat diawali bunyi rem mobil sebagai berikut:

“Ssssssz, tek!” Saskia menginjak rem mendadak.Antara terkejut dan mengumpat, ia melihat ke muka.

“Sialan!” gumamnya. “Cowok itu lagi, cowok itu lagi!”

Ia mematikan mesin honda jazz itu. Lalu turun. Tak dipedulikannya orang-orang di belakang mengklason.

“Kalau mau cari mati, jangan di sini!” gerutunya.

“Ya, non!” kata cowok yang nyaris diseruduknya itu. Ia membuka helm. Lalu mengulurkan tangan. “Anton!” katanya.

Srrrr! darah Saskia serasa berhenti. Rasanya, ia mengenal cowok itu.

Menghindari sama sekali “matahari” dalam novel mungkintidak bisa. Setidaknya, opening novel-novel saya tak ada mulai dengan: Matahari.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply