NGAYAU: Misteri Manusia Kepala Merah (Teu Fung Theu)

Ngayau di kalangan suku Dayak pulau Borneo. Banyak orang (luar) mispersepsi!

Mispersepsi yang perlu diperjelas terkait tradisi Ngayau di kalangan suku Dayak di Pulau Borneo. Rupanya, praktik penggal kepala yang sering dihubungkan dengan suku Dayak sebenarnya memiliki konteks dan tujuan yang lebih kompleks daripada yang sering dipahami oleh orang luar.

Baca Ceremonies, Rituals, and Traditional Cultural Celebrations

Inilah beberapa alasan ngayau yang perlu Anda ketahui!

  1. Mekanisme Pertahanan Diri, Wilayah, dan Klan:
    • Tradisi Ngayau, atau lebih dikenal sebagai “headhunting,” sebenarnya dapat diartikan sebagai mekanisme pertahanan diri dan wilayah. Tindakan ini sering kali terkait dengan keberanian dan keberhasilan dalam pertempuran.
  2. Kekuatan dan Tanda Kemenangan:
    • Pengumpulan kepala sebagai lambang kekuatan dan tanda kemenangan mencerminkan tradisi kompetitif di antara suku-suku Dayak. Jumlah kepala yang dikumpulkan dapat dianggap sebagai prestasi dan keberhasilan dalam pertempuran.
  3. Membajak Tenaga Terampil:
    • Menyandang kepala musuh dianggap sebagai tanda keberanian dan kemampuan tempur. Hal ini dapat diartikan sebagai membajak kekuatan dan keterampilan dari musuh yang dikalahkan.
  4. Memerangi Keterbelakangan dan Kemiskinan:
    • Poin ini menunjukkan bahwa tradisi Ngayau tidak hanya berfokus pada aspek kekerasan, tetapi juga mencakup usaha untuk mengatasi keterbelakangan dan kemiskinan dalam berbagai bidang. Ini menunjukkan adanya aspek pembangunan dan pemajuan di dalam tradisi tersebut.

Seringkali, kebudayaan tradisional memiliki lapisan makna dan tujuan yang kompleks, dan interpretasi dari luar seringkali tidak dapat menangkap keutuhan konteks budaya tersebut. Inilah buku lengkap untuk memahami aspek-aspek lain dari tradisi Ngayau di kalangan suku Dayak yang sering disalahmengerti oleh orang luar.

Baca Ngayau: The Journey from Conflict to Peace among the Dayak People

Jika Anda (masih) misperseps mengenai Ngayau, baca novel sejarah ini!
DAFTAR ISI
Prolog Pesawat Lintas Galaksi: Pendaratan Pertama Imigran Yunan dan Formosa di Tanah Dayak
1. Mendirikan Betang
2. Tariu
3. Teu Fung Theu
4. Sabang Merah dan Panglima Burung
5. Penyelamatan Ka Kon
6. Pasukan Seribu Kuil
7. Darah Purifikasi
8. Hio untuk Akong
9. Babae
10. Macatn Gaikng dan Tulah Sirok Somah
11. Tengkorak Orang Sakti
12. Batu Janji
13. Kompunan
14. Pengacau Huma
15. Rasi Bintang dan Kultivasi Padi
16. Tiga Pasang Nabau
17. Silih Dosa dan “Tragedi Sambas”
18. Perangkap Majapahit
19. Loh Gender dan Akal Bulus Abang Jubair
20. Ponimpokng Ompuk
21. Pertarungan Menyelamatkan Kapuas Epilog Eunomia Mae Kola Jora
Berikut ini hanya dipostingkan Epilognya saja:
Eunomia Mae Kola Jora (Epilog) SEABAD kemudian. Setelah pertarungan di tepi Kapuas. Entekong sebagai pusat pemerintahan Indonesia Serikat tumbuh jadi negeri gemah ripah loh jinawi, toto tentrem karto raharjo. Rakyat hidup teguh bersatu padu, bahagia, aman sentosa. Semua berazam terus berkhidmat pada negara di bawah seorang pemimpin arif bijaksana. Sebab demikianlah hakikat sebuah negara-kota: memakmurkan dan ada untuk warga. Hal itu karena Panglima Burung telah memanggil secara telepati pikiran Plato (abad 4 sM) dari negeri Yunani kuna ke tanah Dayak, lalu masuk ke diri seorang muda arif bijaksana. Namanya gabungan Dayak dan Yunani: Eunomia Mae Kola Jora. Dia Rektor Universitas Negeri Dayak berkedudukan di jantung pulau Borneo. Arti namanya: Dewi keadilan tak pernah menderita. Wanita rektor itu berasal dari trah dan darah Panglima Burung yang mengambil studi S-1 di Universitas Tanjungpura, S-2 di Universitas Brawijaja, dan S-3 di California. Gabungan kearifan lokal, nusantara, dan visi global ada dalam dirinya. Ia dipilih secara aklamasi dalam sekali putaran Pemilihan Langsung yang diadakan KPU Republik Indonesia Serikat, dengan dukungan suara 99%. Dipilih memimpin pertama-tama bukan karena kepandaiannya, melainkan karena arif bijaksana. Rektor itu berusia 21 tahun. Termuda di antara profesor yang ada di Indonesia Serikat waktu itu. Selain profesor di bidang teknologi hijau (green tech), wanita belia nan jelita itu juga pakar bidang telekomunikasi nirkabel. Terkenal karena percobaan di laboratorium miliknya mengklon manusia-manusia arif bijaksana. Di sebelah ruang percobaan Prof. Eunomia Mae Kola Jora adalah lab rekannya, Prof. Eirene David Mendel yang adalah keturunan ilmuwan Gregor Johann Mendel, rahib Katolik penemu teori genetika yang terkenal dengan teori “Principles of Inheritance”. Teori Mendel kemudian dielaborasi dan dikembangkan Prof. Eunomia Mae Kola Jora untuk memanggil roh leluhur orang Dayak secara modern, namun ia gunakan secara bijaksana, hanya untuk kebaikan dan kepentingan umum saja. Yang unik, manusia hasil klon sang profesor muda setelah diuji: SEPERTI MANUSIA DAYAK PURBA! Manusia Dayak purba yang jujur, polos, terbuka, open minded, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan menjaganya secara berkesinambungan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Serikat benar-benar tercapai, bukan hanya ada dalam orasi para petualang politik. Equilibrium dan harmoni terasa hingga strata dan kelas-kelas sosial. Undang-undang yang adil didasarkan kepentingan umum dan eunomia , sehingga mengeliminasi perseteruan dan konflik politik. Mae Kola Jora berdiri di tepi sungai Mengkiang lalu membaca beberapa catatan kuno yang berada di genggamannya. “Kekuak….” Dengan kata-kata lirih, namun tegas dan jelas. Mendadak langit di suatu area terjadi lompatan energi listrik membentuk kilat. Secara perlahan mendadak di area tersebut terlihat pesawat kuno yang telah ribuan tahun mengambang di langit tanpa tersentuh dan tidak akan terkena tabrakan mengenai pesawat lain karena memiliki teknologi yang sangat tinggi. Mae Kola Jora tersenyum dan berkata,”Kita akan segera saling bersilaturahmi, saudaraku.…” Ratu adil telah datang. Ia Eunomia Mae Kola Jora. Lahir dari reruntuhan, setelah mengalami proses panjang dan berbelit. Setelah banjir darah purifikasi!
TAMAT
Harga: Rp 150.000, –
Share your love
Avatar photo
Biblio Pedia
Articles: 235

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply