Penulis Pro

Setelah sebelumnya, 2013, memutuskan pensiun dini sebagai pegawai kantoran. Saya cukup merasa galau menjalani masa depan. Bagaimana asap dapur nantinya? Apakah masih bisa mengepul, dengan hanya menulis?

Antara yakin dan tidak. Saya berketapan hati. Berkanjang pada bidang yang sejak lama jadi vak, sekaligus kompetensi saya: membaca dan menulis.

Belakangan, sekitar tahun 2005. Saya mafhum bahwa kecerdasan bukan hanya IQ, takaran intelegensia yang menurut Simon – Binet. Namun, waktu itu, diperkenalkan adanya 7 kecerdasan seperti didefisisikan kembali oleh Howard Gardner. Satu di antaranya: Wordsmart. Yakni kecerdasan olah-kata.

Dari founder dan super bos kami, Jakob Oetama berkali-kali kami diingatkan terutama di level manajer. Bahwa social trust jika digarap dengan baik dan berkanjang akan mendatangkan financial trust.

Dipadu serangkaian “peneguhan” dari guru sekaligus mentor, Jakob Oetama. Yang kerap menegaskan bahwa kerja adalah ibadah, dan uang bukan tujuan dari karya kita, melainkan bukti kepercayaan masyarakat. Maka saya pun mulai mengolah modal sosial menjadi modal finansial.

Saya cukup luas bergaul di level nasional maupun internasional. Relasi cukup luas pula bahkan dengan para penulis dan penerbit luar negeri. Hal itu karena saya bekerja di sebuah penerbit besar yang diberi kesempatan mengikuti Frankfurt book Fair. Pernah pula ke Bologna Book Fair.

Pergaulan yang cukup luas itu membuat saya punya cukup relasi. Dan cukup luas pergaulan. Dari founder dan super bos kami, Jakob Oetama berkali-kali kami diingatkan terutama di level manajer. Bahwa social trust jika digarap dengan baik dan berkanjang akan mendatangkan financial trust.

Ini benar. Dan saya pegang teguh. Benarlah apa kata sang big boss, Jakob Oetama.

Saya mengikuti anjuran, atau formula pak Jakob itu, dengan saksama. Dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Tangerang, 17 Agustus 2017.

Saya mendapat proyek penulisan biografi dari seorang tokoh yang tinggal di Kalimantan Tengah. Hasil dari menulis biografi itu saya jadikan DP untuk beli mobil ini. Lebih dari separuhnya. Tanpa terasa, 3 tahun kemudian, mobil ini lunas.

Hanya dari menulis.

Hingga detik ini, saya dan keluarga sepenuhnya hidup dari menulis dan literasi.

Penulis professional. Begitulah cara kerjanya

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply