Proses Kreatif Desain Cover Buku ini

Proses kreatif dalam desain cover seringkali mengikuti alur yang tak terduga dan penuh kejutan. Tidak selalu mengikuti jalur yang lempang. Terkadang ide muncul begitu saja.  Seperti perjalanan kreatif pembuatan cover buku ini.

Cerita dimulai ketika kami berempat, Leo, Aco, Musa, dan saya, sedang dalam perjalanan menggunakan mobil dinas Institut Teknologi Keling Kumang. Dalam perjalanan Sosok – Batang Tarang. Tiba-tiba, saya menyatakan keinginan untuk berhenti karena banyak minum dan keinginan untuk ke kamar kecil.

Baca Menjadi Kaya dengan Lada: Proses Kreatif Menulis Buku

Musa, sahabat saya sejak masa SMA, dengan sigap memberikan saran, “Di Branch Office CU Keling Kumang, Batang Tarang, kita bisa singgah sebentar.”

Setibanya di lokasi tersebut. Kami memutuskan untuk singgah sejenak. Tak disangka, kami disambut dengan minuman kopi yang lumayan nikmat.

Ilustrasi asli, ada kepuasan tersendiri

Saat itulah, mata saya tertumbuk pada sebuah ilustrasi menarik di dinding, depan kasir Brancj Office CU Keling Kumang, Batang Tarang. Tanpa berpikir panjang, saya mendapatkan ide untuk mengabadikannya.

“Aco,” kata saya. Bisa nuan bergaya di sana?” ucap saya. Dengan senang hati, Aco menaati permintaan tersebut. Gambar yang dipigura melekat di dinding itu pas benar dengan topik judul buku Aco, alias Adil Bertus yang membahas core value (nilai dasar) Gerakan Credit Union Keling Kumang.

Sengaja saya menggunakan ilustrasi itu. Selain pas. Juga agar cover buku kita, tidak menggunakan ilustrasi orang lain. Apalagi copas dari Google. Oh, no!

Lebih baik orisinal. Ada kepuasan terbit dari dalam hati ketika melihatnya. Menurut Dr. Masiun, dalam bahasa Kanayatn, “Saja salut aku ka’ diri’!”

Dan, yang paling penting, berani: tampil, sekaligus membranding diri sebagai pakar di bidang yang menjadi vak kita.

Ilustrasi asli lebih puas dijadikan cover

Menggunakan Kamera HP Samsung Galaxy S21 + 5G, saya segera mengambil foto Aco sesuai gaya yang diminta. Hasil tangkapan kamera tersebut kemudian diserahkan kepada desainer kami, Ajinatha.

Melalui sentuhan kreatifnya, ilustrasi itu bertransformasi menjadi sesuatu yang artistik dan juga bernilai edukatif.

Baca Dosen-dosen Milenial Institut Teknologi Keling Kumang Pelatihan Menulis Buku Teks

Selain memberikan nilai estetika pada desain cover, perjalanan proses kreatif  ini juga memberikan nilai tambah pada klaim kum (angka/ jumlah) kredit bagi Jabatan Fungsional Dosen. Buku ini memiliki nilai kum tertinggi untuk karya tulis ilmiah bagi dosen. Yakni:  40. Sedangkan untuk editor kumnya: 10.

Dengan begitu, perjalanan sederhana ini tidak hanya menghasilkan sebuah desain cover yang menarik, tetapi juga memberikan dampak positif pada proyek akademis dan kreatifitas kolektif kami. Itulah keindahan dari proses kreatif yang tak terduga, yang membawa kita pada pengalaman dan hasil yang luar biasa.

Di tangan seorang master

Proses kreatif dalam desain cover buku ini mengingatkan kita pada keajaiban kreativitas. Di tangan master, sampah pun bisa jadi berkah. Tanpa meremehkan ide dan inspirasi apa pun, proses ini mengajarkan kita bahwa segala sesuatu memiliki potensi untuk diubah menjadi sesuatu yang bermakna dan indah.

Tidak ada yang bisa mengelak dari kenyataan bahwa segala sesuatu, termasuk sampah, memiliki potensi untuk menjadi sesuatu yang bernilai. Dan dalam konteks desain cover ini, ide-ide yang muncul tanpa rencana atau terkesan sederhana bisa menjadi sesuatu yang luar biasa di tangan seorang master.

Baca Membaca Max Weber, Salah Seorang Bapak Sosiologi

Tidak ada standar pasti mengenai apa yang dianggap “tidak bagus” dalam proses kreatif ini. Setiap langkah, setiap detail, dan setiap unsur memiliki potensi untuk diolah menjadi elemen berharga.

Oleh karena itu, pesan yang terkandung dalam perjalanan ini adalah bahwa setiap konsep, bahkan yang terlihat sepele sekalipun, dapat dianggap bernilai dan memiliki tempatnya masing-masing dalam kreativitas.

Sebuah desain cover buku yang diawali dengan keinginan untuk berhenti karena kebutuhan sederhana seperti kamar kecil, dan kemudian mengembangkan ide di lokasi yang tak terduga, menjadi lambang dari keindahan dan kejutan dalam setiap langkah proses kreatif.

Selain menjadi sarana artistik, perjalanan ini juga memberikan pemahaman bahwa pandangan positif terhadap kreativitas dapat mengubah sesuatu yang awalnya dianggap remeh menjadi sesuatu yang bermakna.

Buku ini, dalam program, satu di antara 50 buku ber-ISBN yang ditulis, diedit dan diterbitkan sivitas akademika Institut Teknologi Keling Kumang.

Akan di-launching dan dibedah bersamaan dengan Hari  Studi dan peresmian kampus baru ITKK, 4-5 Agustus 2024 di bumi Lawang Kuwari, Sekadau nanti. *)

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply