Proses Kreatif Korrie Layun Rampan Melahirkan “UPACARA”: Sebuah In-depth Interview

Saya merasa beruntung. Beruntung bukan dalam bentuk uang dan barang. Namun, pada relasi dan persahabatan. Bisa dapat menjalin hubungan yang erat dan mengenal Korrie Layun Rampan dengan baik.

Baca Sastrawan Dayak | Pilihan Korrie

Kehadiran Korrie begitu dekat dalam lingkaran saya, terutama di Jakarta, di mana kami sering bertemu dalam berbagai acara, mulai dari penjurian lomba sayembara mengarang hingga temu-sastra, serta berbagai kegiatan bedah dan peluncuran buku.

Pelopor Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia

Pada tahun 2000, ketika saya menjabat sebagai acquisition editor di penerbit PT Gramedia, kesempatan untuk mewakili penerbit dalam peluncuran dan bedah buku Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin adalah suatu kehormatan. Kami berhasil menjadikan momen tersebut sebagai suatu pencapaian yang luar biasa dalam dunia sastra. Sekaligus menancapkan sebuah tonggak baru, meneruskan Angkatan dalam mata-rantai kesusasteraan Indonesia.

Baca Minat Baca yang Rendah: Nyalakan Pelitamu, Jangan Kutuk Kegelapan!

Korrie, Masri, dan novelis Titis Basino.

Tidak hanya itu. Pada tahun 2014, saya dan Korrie Layun Rampan, “Kardinal Sastra Indonesia”, berkolaborasi dalam penyusunan siapa saja sastrawan Dayak dan karyanya dari masa ke masa.

Rencananya 3 jilid

Buku yang  rencananya terdiri atas 3 jilid itu, diberi judul Sastrawan Dayak Masa ke Masa. Edisi uji-coba cetakan diluncurkan tahun 2018, dengan limited edition. Melibatkan keluarga Korrie dan dalam sebuah Webinar yang luas secara nasional pada tahun 2020.

Meskipun seharusnya buku ini terdiri dari 3 jilid, namun karena suatu hal, hanya satu jilid yang berhasil terbit, dan itu pun terjadi rentang hampir 3 tahun setelah kepergian Korrie ke “rumah sastra” untuk selama-lamanya.

Fokus kita, dalam narasi yang akan bersambung terus ini, adalah sebuah novelty. Kebaruan, sekaligus keaslian, yang belum pernah dijamah peneliti, dan penulis sebelumnya. Yakni testimoni langsung dari Korrie Layun Rampan mengenai proses kreatifnya mengarang roman, tonggak sastra Dayak, yang diberi judul UPACARA.

Jilid pertama ini sepenuhnya merupakan pilihan dan kontribusi berharga dari Korrie Layun Rampan. Ia tidak hanya memilihnya, tetapi juga memberikan sentuhan pribadinya dengan menjadi pengantar yang memikat.

Baca Hiroshima : Contoh Literary Journalism Terbaik yang Pernah Ada

Kehadiran Korrie dalam proyek ini menjadi sebuah kenangan yang mendalam dan bernilai. Penerbitan buku ini menjadi suatu bentuk penghormatan kepada sosoknya yang telah berperan besar dalam mengangkat dan menghargai sastra Indonesia, terutama sastra Dayak.

Dedikasi dan semangat Korrie

Meskipun perjalanan ini tidak sempurna dengan satu jilid, namun kita tahu bahwa dedikasi dan semangat Korrie telah tertanam dalam setiap halaman karya ini. Kepergian beliau meninggalkan kekosongan, tetapi warisan dan kontribusinya dalam dunia sastra tetap hidup dan menginspirasi generasi selanjutnya.

Proses kreatif roman UPACARA

Jika sastrawan, pengarang, dan munsyi Indonesia dan Dayak khususnya, tidak tahu Upacara.

Upacara: roman yang menembus zaman.

Novel Upacara karya Korrie Layun Rampan berhasil meraih penghargaan dalam Sayembara Mengarang Roman yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 1976.

Wawancara mendalam yang tertulis

Fokus kita, dalam narasi yang akan bersambung terus ini, adalah sebuah novelty. Kebaruan, sekaligus keaslian, yang belum pernah dijamah peneliti, dan penulis sebelumnya. Yakni testimoni langsung dari Korrie Layun Rampan mengenai proses kreatifnya mengarang roman, tonggak sastra Dayak, yang diberi judul UPACARA.

Saya mewawancarai Korrie secara tertulis, lengkap dengan kuesioner. Keaslian kuesioner, dan tanggal dan tahun, terarsipkan, sebagai bukti. Nantinya semua konten ini akan dijadika buku tersendiri berjudul UPACARA SEBAGAI TONGGAK AWAL SASTRA DAYAK: PROSES KREATIF & KIAT KORRIE LAYUN RAMPAN MELAHIRKAN PARA PENGARANG.

Baca Ombon Perempuan Pengembara

Korrie Layun Rampan (KLR).

Wawancara ini adalah bagian dari proyek besar untuk mengungkapkan proses kreatif Korrie Layun Rampan dalam mengarang roman UPACARA dan akan menjadi pijakan penting dalam buku yang direncanakan terbit tahun 2024. Sebuah dari 50 total buku yang dirancang launching bersamaan dengan peresmian gedung baru Kampus Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Sekadau yang ditulis oleh sivitas akademika.

Jawaban atas Wawancara ini mendalam ini, memberikan wawasan yang berharga tentang perjalanan kreatifnya serta memberikan inspirasi bagi para pengarang dan pembaca yang akan datang.

Sekilat, dan sekilas, orang mafhum Upacara. Namun, tidak pernah mafhum secara mendetai proses kreatif serta apa yang melatarbelakangi Korrie Layun Rampan menulis dan melahirkannya.

Baca Api Awan Asap| Novel Korrie yang Saya Beri Endorsement

Masri Sareb Putra akan menurunkan hasil wawancara mendalamnya dengan Korrie Layun Rampan khusus untuk pembaca Biblipedia.

Terus ikuti perkembangan konten media digital kita terkait topik literasi dan buku keDAYAKan ini!

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply