Renungan Tepi Sungai Mahakam | Bagaimana Dahulu Kala Hindu Menguasai Nusantara? (2)

Bagaimana orang-orang Hindu datang, kemudian menguasai Nusantara?

Pada tulisan pertama https://bibliopedia.id/lembuswana-bagaimana-hindu-menguasai-nusantara/?v=b718adec73e0 hal itu telah sedikit diungkap. Namun, mengapa, dan dari mana? Agaknya di sini kita baru akan bertemu jawabannya.

Di ranah Dayak, yang di masa pengaruh Hindu-India disebut “Varuna-dvipa”, penguasa pertama kerajaan Kutai adalah Kudungga. Diyakini Kudungga pada awalnya adalah kepala suku.

Namun,  karena pengaruh Hindu. Maka struktur pemerintahan berubah menjadi kerajaan. Bagaimana nantinya kerajaan ini berubah menjadi kesultanan, di bawah pengaruh Islam, akan kita lihat dengan saksama dalam narasi yang akan datang.

Di belakang museum Mulawarman kini, terbentang makam raja-raja dan sultan. Saya ke sana menyaksikannya. Takjub bercampur haru. Juga terbesit keingintahuan. Jarum jam sejarah bisa berubah arah. Dan yang memutarnya adalah pemegang kendali kekuasaan politik yang kawin-mawin dengan kekuasaan uang. Saya memotret dan mencatat silsilah raja-raja dan para sultan.

Dalam narasi kali ini, yang menjadi pokok renungan saya adalah: Bagaimana pendatang, dari luar, masuk wilayah kita? Membawa seluruh kebudayaan (7 aspek kehidupan menurut Krober dan Kluckhohn) lalu kita mengadopsinya?

Bukan hanya mengadopsi. Budaya luar itu juga menghegemoni seluruh aspek kehidupan kita sepanjang segala abad, bahkan hingga kini? Sementara, kita mau dan sudi saja menerima. Tanpa pertanyaan, apalagi bantahan?

Saya memandang ke tepian Sungai Mahakam. Menembus batas imaginer. Pikiran mengelana.  Jauh melampaui cakrawala masa lalu. Menembus sekat ruang dan waktu.

Dahulu kala. Tempat ini ditengarai  menjadi pusat persinggahan. Selain merupakan jalur perdagangan internasional . Setelah melewati Selat Makassar, melalui Filipina, dan Cina. Sedemikian rupa, sehingga kerajaan Kutai menjadi makmur. Rakyatnya aman sentosa. Perekonomian berputar sebab berasal dari kegiatan perdagangan.

Di dalam museum. Ada banyak bukti yang bisa mengisahkan semua itu. Di sana, ada replika  Prasasti Yupa. Saya telah memotretnya. Dan bertanya pada penjaga ihwal sejarah ditemukannya.

Menurut penjaga, penguasa pertama kerajaan Kutai adalah Kudungga. Diyakini Kudungga pada awalnya adalah kepala suku. Namun,  karena pengaruh Hindu. Maka struktur pemerintahan berubah menjadi kerajaan.

Pakar sejarah. Guru sejarah. Juga pecinta sejarah. Serta orang yang ingin tahu sejarah Nusantara, seperti saya. Rasanya, belum sah bila belum menjejak. Lalu mengalami sendiri dan masuk alam sejarah Kerajaan Kutai.

Mengapa? Sebab dalam buktu teks selalu tertulis bahwa, “Kutai Martadipura adalah kerajaan Hindu  tertua di Nusantara.”

Ditengarai Kutai Martadipura telah ada pada sirka abad ke-4 Masehi.

Senja mulai digulitakan malam. Renungan saya masih panjang di kawasan tepian sungai Makaham itu.

Demikian banyak pertanyaan bersliweran di kepala. Misalnya: O… ternyata sejarah bisa berubah, berbalik arah, dari masa ke masa.  Penguasa bisa jatuh dan bangun. Dinasti akan silih berganti. Namun, nilai-nilai: tinggal tetap. Abadi.

Dahulu wilayah ini dikuasai penduduk lokal. Lalu Hindu. Kemudian pengaruh Islam. Kemudian ini. Dan kemudian itu.

Lalu seabad ke depan?  500 tahun ke muka? Dan seribu tahun lagi?
(bersambung)

sumber gambar: skyscrapercity.com

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply