Seperti Gyver

Di masa remaja. Saya suka nonton film MacGyver. Yang saya kagumi dari film laga itu adalah: pas waktu diperlukan, ada saja akalnya muncul. Atau tiba-tiba saja tergeletak alat di sekitar yang diperlukan si Gyver untuk menyelesaikan, atau keluar dari persoalan.

Timbul niat dalam hati saya: kelak, suatu hari nanti. Saya ingin seperti Gyver. Pas perlu apa-apa, tersedia. Hidup yang serbapas, bukan pas-pasan. Betapa sedapnya!

Koinsidensia. Kebetulan belaka. Pas timing-nya. Indah pada waktunya.

Percayakah Anda dengan “kebetulan”?

Saya ingin seperti Gyver. Pas perlu apa-apa, tersedia.

Saya tidak. Di luar “takdir”, atau iman bahwa hidup kita Ada Yang Mengatur. Sebenarnya, kita bisa strategikan apa pun itu untuk mencapai tujuan. Tapi memang yang namanya “timing” juga benar.

Itulah yang membuat seorang penyerang “offside” Inzaghi, selalu berada di ruang tembak. Ia selalu menunggu timing tepat untuk melesakkan gol.

sumber gambar: macGyver+film&client

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply