TT Suan: Bukan hanya Saksi, Ia Bagian Sejarah Literasi Dayak Itu Sendiri

TT Suan.

Penulis, pengarang, dan jurnalis Dayak patut mengenalnya. Stidak-tdaknya, membaca karya tulis yang ditinggalkannya.

Almanak ketika itu menunjuk tahun 2015. Saya seorang yang beruntung bertemu langsung dengan seorang tokoh penting di dunia jurnalistik dan sejarah Kalimantan Tengah, yaitu TT Suan, di rumah kediamannya di Palangka Raya.

Suan bukan hanya seorang saksi, tetapi juga merupakan sumber sejarah yang berharga.

Suan lahir di Tumbang Manjai, Rangan Tangku, Kabupaten Katingan pada 23 Agustus 1933. Ia menyelesaikan pendidikan Sekolah Rendah (SR) pada tahun 1949 dan kemudian menamatkan Sekolah Juru Rawat selama empat tahun pada tahun 1956.

Pada tahun 1958, ia mengikuti Kursus Wartawan Tertulis “Pro Patria” di Jogjakarta dan berhasil menyelesaikannya.

Jangan mengaku jurnalis, penulis, dan pengaran Dayak. Jika (belum) mengenal. Setidaknya membaca karya TT Suan.

Dengan pengetahuan dan keterampilan jurnalistik yang dimilikinya, TT Suan menjadi wartawan perintis Biro Antara Palangka Raya pada tahun 1962. Namun, prestasinya tidak berhenti di situ.

Pada bulan November-Desember 1976, ia mengikuti pelatihan sebagai kameramen dan Asisten Sutradara di PFN Departemen Penerangan Republik Indonesia Jakarta.

Selain itu, ia juga mengikuti Kursus Orientasi Wartawan PWI Banjarmasin. Berkat kontribusinya di bidang pers dan kewartawanan, TT Suan dianugerahi Kartu Pers Seumur Hidup.

Selain menjadi seorang wartawan, latar belakang pendidikan dan keterampilannya di bidang kesehatan membawanya menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Pada tahun 1950-1952, ia bekerja sebagai PNS di Rumah Sakit Umum Sampit, dan pada tahun 1956-1962, sebagai PNS Pusat, ia diperbantukan di Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta.

Selama bertugas di Jogjakarta, ia juga mendampingi kaum muda Kalimantan Tengah yang sedang belajar di kota tersebut, atas tugas yang diberikan oleh Tjilik Riwut. Dari tahun 1962 hingga pensiun, TT Suan diperbantukan pada Pemda Kalimantan Tengah.

Pada periode 1968-1985, TT Suan menjabat sebagai Kepala Humas Pemda, dan kemudian menjadi pegawai Kantor Bappeda Provinsi Kalteng serta menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Bappeda Kalteng.

Suan juga menjadi anggota Tim Pendiri RRI Stasiun Palangka Raya. Dan pada tahun 1964, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Pemberitaan Kantor Gubernur Kalteng.

Selama hidupnya, TT Suan aktif dalam berbagai kegiatan dan seminar seni budaya Dayak sebagai narasumber dan pemakalah. Pengalaman dan pemikirannya terdokumentasikan dalam berbagai buku dan tulisan yang tersebar di berbagai media. Beberapa karya yang dihasilkan, antara lain:

  1. Budaya Dayak: Permasalahan dan Alternatifnya (bersama kawan-kawan, 2011).
  2. Sejarah Kota Palangkaraya (2003).
  3. Menelusuri Sejarah: Mencari Identitas Dayak (2013).

Jangan mengaku jurnalis, penulis, dan pengaran Dayak. Jika (belum) mengenal. Setidaknya membaca karya TT Suan. *)

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply