Veritas Vincet

“Veritas vincet” istilah Latin ini sesekali muncul dalam debat terkait hasil Pemilu Presiden/ wakil presiden RI 2024. Apa artinya?

Aecara harfiah pepatah petitin dari khasanah Latin ini dapat diterjemahkan menjadi “kebenaran akan menang.”

Veritas vincet adalah sebuah frasa yang sederhana, namun kuat konsep di baliknya. Terdiri dari dua kata: “veritas,” yang berarti “kebenaran,” dan “vincet,” bentuk ketiga singular dari verba “vincere,” yang berarti “akan menang” atau “akan mengalahkan.”

Makna Terdalam

Makna terdalam dari “Veritas vincet” berkisar pada kepercayaan bahwa, terlepas dari segala halangan, manipulasi, atau kebohongan, kebenaran akhirnya akan terungkap dan meraih kemenangan.

Baca Konsiderans

Frasa Latin ini lahir dalam konteks menekankan pada kekuatan intrinsik kebenaran sebagai sesuatu yang abadi dan tidak terkalahkan, bahkan di hadapan penipuan atau kejahatan yang tampaknya menguasai situasi saat ini. Frasa ini membangkitkan optimisme dan kepercayaan pada integritas dan keadilan fundamental.

Penerapan dalam Konteks Pemilu Presiden Indonesia 2024

Dalam konteks Pemilu Presiden Indonesia 2024, “Veritas vincet” dapat dijadikan sebagai prinsip atau moto yang menginspirasi semua pihak yang terlibat—dari para kandidat, partai politik, hingga pemilih—untuk berkomitmen pada kejujuran, transparansi, dan integritas. Ini berarti:

  1. Bagi Kandidat dan Partai Politik
    Menghindari praktik kampanye hitam, manipulasi informasi, atau korupsi. Berkomitmen pada penyampaian program dan visi yang berlandaskan fakta dan kebenaran, serta menunjukkan integritas selama proses pemilihan.
  2. Bagi Pemilih
    Mendekati proses pemilihan dengan mencari informasi yang akurat dan lengkap tentang para kandidat dan platform mereka, tidak mudah terpengaruh oleh kampanye fitnah atau berita palsu, dan membuat keputusan berdasarkan penilaian yang jujur dan adil.
  3. Bagi Penyelenggara Pemilu
    Menjamin proses pemilihan yang adil, transparan, dan bebas dari kecurangan, serta mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk manipulasi atau penggangguan pemilu.

Contoh dalam kalimat

“Di tengah maraknya disinformasi dan kampanye hitam, kita harus mengingat bahwa pada akhirnya, ‘Veritas vincet’—kebenaran akan menang, sehingga sangat penting bagi kita semua untuk berpegang pada fakta dan integritas selama Pemilu Presiden Indonesia 2024.”

Baca Homo Faber

Melalui pemahaman dan aplikasi prinsip “Veritas vincet,” harapannya adalah Pemilu Presiden Indonesia 2024 dapat berlangsung dalam suasana yang lebih sehat, adil, dan transparan.

Hanya dengan berpegang teguh pada prinsip “Veritas vincet” Pilpres 2024 membawa Indonesia ke arah yang lebih baik berdasarkan pilihan yang dibuat atas dasar kebenaran dan kejujuran.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

2 Comments

  1. Liya Adqiyah_2222230026_2C

    Izin bertanya pak, pada teks di atas tertulis bahwa hermeneutika dapat juga kita kombinasikan dengan metode lain yang lebih berorientasi empiris. Lantas metode seperti apa yang bisa dikombinasikan dengan hermeneutika dan bagaimana cara kerja metode tersebut?

    • Liya Adqiyah_2222230026_2C

      Izin bertanya pak, pada teks di atas tertulis bahwa hermeneutika dapat juga kita kombinasikan dengan metode lain yang lebih berorientasi empiris. Lantas metode seperti apa yang bisa dikombinasikan dengan hermeneutika dan bagaimana cara kerja metode tersebut?

Leave a Reply