Simbol Dayak Tidak Semua Ruai/Hornbill | Lundayeh Idi Lunbawang: Buaya

Tiap suku bangsa di muka bumi ini mempunyai simbol. Ini sepadan dengan pepatah, “Homo symbolicum” –manusia adalah makhluk yang sarat dengan simbol.

Cina misalnya, simbolnya: naga (dragon). 

Akan halnya Dayak. Pada umumnya simbolnya adalah burung ruai, enggang, conalakng, atau hornbill

Hanya Dayak Lundayeh Idi Lunbawang yang simbol buaye, ulong daa, mengacu ke penelitian Ipoi Datan, Ph.D. –kepala museum Sarawak dilihat sebagai subetnis.

Mengapa orang Lundayeh Idi Lunbawang simbolnya buaya?

Dua penulis, sekaligus cendikiawan Lundayeh Idi Lunbawang,  Dr. Yansen TP dan Ipoi Datan, Ph.D. menjelaskan demikian:

Buaya hewan yang bisa hidup di mana saja, di dua dunia: air dan daratan. Seluruh organ tubuhnya berguna. Lagi kuat tenaganya. Hal yang menarik dari buaya adalah bahwa hewan ini setia pada pasangannya.

Sifat hewan kadang diambil sebagai simbol untuk manusia. Diharapkan orang Lundayeh Idi Lun Bawang seperti sikap dan sifat buaya. 

Begitu pula Dayak selain Lundayeh Idi Lun Bawang yang simbolnya ruai atau burung enggang. Diharapkan mencerminkan sikap dan watak enggang: terbang tinggi, makan makanan yang bersih, berbunyi nyaring, dan kuat cengkeramannya di dalam bertahan.

Keterangan gambar: ulong buaye (patung) buaya orang Lundayeh di Pulau Sapi, Malinau, Kalimantan Utara.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 730

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply