
Pengarang Buku Kosong
Pertama kali mengenal Yana Suryana, saya mengira dia perempuan tomboi. Rambutnya halus dan agak panjang. Suaranya pun begitu. Nama Yana tidak menolong dugaan saya yang telanjur ngawur itu. Kami bertemu di Pusat Kegiatan Mahasiswa IKIP Bandung. Saya anak teater dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, angkatan 1996. Dia dua angkatan










