
PAMAN MEMPELAI
Di kampung saya, kalau ada rombongan pengantin laki-laki datang, orang yang maju menyambut atau mengantar mereka biasanya itu-itu saja. Saya mengenal wajah-wajahnya, juga jenis kalimat yang bakal keluar begitu mikrofon hidup. Mereka pandai. Ada yang bisa memanggil lima nama tokoh masyarakat tanpa sekali pun melihat catatan. Ada yang menyelipkan pantun.










