Eurycoma Longifolia | Membeli Waktu (4)

Pasak bumi adalah tumbuhan. Dari kata dasar “tumbuh”, tanaman yang morfologi lembar daunnya mirip dengan kelor ini termasuk tidak lekas tumbuh –seperti kelor. Bahkan sangat lambat perkembangannya.

Jika sawit bisa panen pada usia 5 tahun, karet pada usia 6 tahun, tapi pasak bumi pada usia dua kali lipatnya baru bisa dipanen. Dengan demikian, memuliabiakkannya memerlukan waktu yang cukup lama.

Saya mengatakannya, “Menanam pasak bumi adalah membeli waktu.”

Dua cara memuliabiakkan atau memperbanyak pasak bumi. Yakni dari generatif (biji) dan dari mencabut anakannya yang tumbuh di tanahliar, dan memindahkannya ke lokus perkebunan kita.

Maka tak heran harganya mahal. Karena terkait dengan waktu tadi.

Memang tidak memerlukan pupuk dan perawatan serta biaya perawatan seperti lada yang tak ubahnya seperti memelihara bayi. Pasak bumi, setelah ditanam, biarkan saja tumbuh secara alami begitu saja. Ia dapat tumbuh baik di bawah naungan pohon lain, atau tersendiri. Jika sudah tumbuh, pasak bumi termasuk bandel, tahan terhadap cuaca, hama, dan penyakit.

Paling penyakit pasak bumi asalah ulat ulat halus, berwrna kuning emas, yang suka makan daun dan buahnya. Pada narasi yang berikutnya, hal itu akan diulas. Tapi ulat ini tidak membahayakan. Sehabis daun, atau kulit buah pasak bumi dimakan ulat, tanaman dengan batang lurus panjang ini akan mengeluarkan daun muda kembali, dan tumbuh alami. Daunnya tidak diperlukan, tetapi akarnya.

Ada dua cara memuliabiakkan atau memperbanyak pasak bumi. Yakni dari generatif (biji) dan dari mencabut anakannya yang tumbuh di tanah liar, kemudian memindahkannya ke lokus perkebunan kita. Atau bisa saja (seperti tampak dalam gambar) terlebih dahulu menanamnya dalam polybag. Lalu ditempatkan di bawah naungan pohon lain atau pada tempak sejuk.

Pemuliabiakkan pasak bumi.

Cara menanam pasak bumi biasa saja. Biji bisa disemai langsung dalam polybag. Bisa juga langsung ditsnsm di tanah. Jarak satu sama lain cukup 0,5 meter. Jadi, hemat tempat.

(Bersambung)

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 730

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply