Inovasi dan Kewirausahaan ala Drucker

Sebut saja Drucker. Dunia manajeman dunia tentu mengenalnya. Sosok berkacamata tebal ini pemikiran-pemikirannya bukan saja meluncur di podium terhormat para pengusaha dunia dan mimbar akademik, melainkan juga dituangkannya lewat buku-buku bermutu.

Buku terkait topik “Inovasi dan Kewirausahaan” oleh Peter F. Drucker ditulis pada tahun 1985. Meski demikian, kandungan gizinya masih sangat relevan pada tahun 2023.

Dalam  argumennya, terdapat dua keyakinan sederhana:

  1. Manajemen adalah teknologi baru (bukan ilmu atau penemuan khusus) yang membuat ekonomi Amerika menjadi ekonomi kewirausahaan.
  2. Inovasi dan kewirausahaan bisa dipresentasikan sebagai disiplin, dipelajari, dan dipraktikkan.

Drucker berpendapat bahwa inovasi dan kewirausahaan dianggap “berisiko” terutama karena sedikit dari yang disebut “pengusaha” tahu apa yang mereka lakukan. Untuk mengurangi risiko inovasi dan kewirausahaan serta meningkatkan peluang kesuksesan, Anda perlu membentuk inovasi yang bertujuan melalui 7 sumber peluang inovatif berikut:

  1. Yang tak terduga – kesuksesan yang tak terduga, kegagalan yang tak terduga, peristiwa luar yang tak terduga.
  2. Ketidakcocokan – antara kenyataan yang sebenarnya dan kenyataan yang diasumsikan atau seharusnya.
  3. Inovasi berdasarkan kebutuhan proses.
  4. Perubahan dalam struktur industri atau pasar – yang mengejutkan semua orang.
  5. Demografi (perubahan populasi).
  6. Perubahan dalam persepsi, suasana hati, dan makna.
  7. Pengetahuan baru, baik ilmiah maupun non ilmiah.

Inovasi harus bersifat sistematis. Melibatkan pencarian yang bertujuan dan terorganisir terhadap perubahan. Hal ini juga harus melibatkan analisis sistematis terhadap peluang yang mungkin ditawarkan oleh perubahan tersebut dalam inovasi ekonomi atau sosial.

Tak syak lagi atas pemikiannya yang luas biasa, Peter F. Drucker digelari ” bapak manajemen bisnis modern”. Dalam buku ini, ia mengusulkan sebuah langkah bagi para pengusaha. Keberhasilan kewirausahaan dan inovasi tidak hanya didasarkan pada keberuntungan atau kejeniusan. Ini didasarkan pada pencarian peluang yang sistematis dan bertujuan dalam tujuh sumber yang dibahas dalam buku ini.

Apa yang dapat kita lakukan dengan berbeda usai membaca dan memamah-biak buku  terkait 2 konsep Inovasi dan Kewirausahaan ini?

Luangkan  lebih banyak waktu dalam “Imitasi Kreatif” dan “Judo Wirausaha.” Seperti yang dibahas dalam Bab 17, Jepang membuat keputusan yang disengaja 100 tahun yang lalu untuk mengkonsentrasikan sumber daya mereka pada inovasi sosial dan untuk meniru, mengimpor, dan mengadaptasi inovasi teknis dengan sukses luar biasa.

Dengan menggunakan jurus ” judo wirausaha”,  seorang wirausaha pertama-tama harus mengamankan pangkalan di wilayah pemimpin pasar. Setelah pangkalan tersebut aman dengan aliran pasar dan pendapatan yang memadai, kita kemudian dapat memasuki wilayah lain.

Perhatikan perubahan dalam Demografi Global. Dalam Bab 7, Drucker membahas bagaimana Demografi melakukan hal-hal yang aneh tetapi dapat diprediksi saat ini. Negara-negara maju mengalami peningkatan populasi yang menua karena tingkat kelahiran menurun dan orang hidup lebih lama. Sementara Negara-negara Dunia Ketiga melihat gelombang besar pemuda. Populasi yang menua secara historis telah menyebabkan kekurangan tenaga kerja di tempat seperti Jepang yang memberikan tekanan besar pada rencana pensiun pemerintah seperti di Italia. Oleh karena itu, ada peluang inovasi dan kewirausahaan yang besar.

Tetap Sederhana. Seperti yang dibahas dalam Bab 11, Drucker mendiskusikan prinsip-prinsipnya untuk inovasi. Agar inovasi efektif, itu harus sederhana dan terfokus. Ini harus melakukan satu hal dan satu hal dengan baik. Sepanjang sejarah umat manusia, semua inovasi yang efektif sangat sederhana!

Jika membaca buku ini, Anda akan dengan pasti menyadari bahwa dua masalah besar seputar inovasi dari masa itu diulang kembali sekarang.

Kita masih melihat persentase kecil pahlawan-pencipta-inovasi-murni sebagai para perubahan yang benar-benar penting. Dan sementara kita melakukan hal ini, kita telah mengabaikan kelompok perubahan yang lebih relevan: 99% lainnya yang menjadi pengusaha berkat inovasi, yang merupakan bagian dari 99% perusahaan inovatif.

Inovasi yang dalam dirinya sendiri merupakan perubahan besar seperti pesawat Wright bersaudara, kata Drucker, “Adalah pengecualian dan tidak umum. Kebanyakan inovasi yang sukses lebih bersifat biasa”.

Drucker memberikan contoh McDonald’s: pengenalan manajemen dalam bisnis yang mudah sehingga makan burger di setiap kota di dunia menghasilkan pengalaman yang sama dengan burger Amerika.

Jurus-jurus sekaligus rumus-rumus sederhana sepeti itu, dapat diterapkan di mana pun kita berada. Itulah inovasi kewirausahaan. *)

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 730

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply