Kisah Kasih Dayak Diaspora Kalbar di Jakarta

Literasi di kalangan suku bangsa Dayak, dengan populasi lebih dari 8 juta jiwa, telah menggeliat sejak era 1980-an. Namun, memasuki alaf ke-3, literasi Dayak semakin mengemuka.

Hal itu ditandai, antara lain dengan semakin mencuatnya para sastrawan, munsyi, penulis, dan jurnalis Dayak di aras nasional, bahkan internasional. 
Baca Sastrawan Dayak dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Sastrawan_Dayak

Beberapa tokoh malah mendirikan Badan Penerbitan resmi. Yang lain menulis dan menerbitkan buku di Penerbit maior, seperti Penerbit Buku Kompas, dan PT Gramedia.

Sungguh kini literasi Dayak dengan moto, “Dayak menulis dari dalam” telah maju berkembang secara deret ukur. Mengejar dan mampu menyalib di tikungan!

Salah satunya adalah setiap ada momen penting, komunitas Dayak menulis dan menerbitkan buku. Jelang Gawai Dayak 29-30 Juli 2023 di Jakarta, yang diadakan oleh komunitas diaspora Dayak Kalimantan Barat di Jakarta; buku ini diterbitkan.

Apa gerangan sajian konten menu gizi buku ini?

Buku yang menggali, mengulas, dan memaparkan tentang Dayak asal Kalimantan Barat diaspora di Jakarta. Bukti Dayak bisa eksis, bekerja, serta bermartabat di ibukota; bukan gelandangan.

Mengabadikan semua kisah, sejarah, suka dan duka diaspora Dayak asal Kalbar  di Jakarta, buku ini ditulis dan diterbitkan.

Selama ini, banyak Dayak hebat, tetapi tidak dituliskan. Itu sebabnya, literasi menjadi penting untuk mengangkat harkat dan martabat Dayak, seperti Forum Dayak Kalimantan Barat. Kehebatan dan kejayaan Dayak perlu dituliskan agar semakin banyak orang tahu dan kisahnya menjadi abadi.

Betang atau lamin, kadang juga disebut huma betang; bagi orang Dayak bukan sekadar tempat berteduh dan rumah tinggal saja. Dilihat dari struktur bangunan dan arsitektur; rumah panjang memiliki filosofi yang dalam lagi tinggi kadar maknanya.

Selain rumah tinggal bersama, betang melindungi segenap penghuni dari segi keamanan; kenyamanan, kelegaan karena luas. Lebih dari itu; betang merupakan rumah bersama suatu komunitas Dayak karena di dalamnya terhimpun 100 hingga 500 kepala keluarga.

Meneruskan filosofi betang; komunitas diaspora perantauan Dayak asal Kalimantan Barat mendirikan forum bersama. Yang semangat dan filosofinya sama dengan betang di masa lalu. Diberi nama “Forum Dayak Kalimantan Barat di Jakarta” (FDKJ) ini dibentuk untuk wadah bersama. Rumah segala warga Dayak asal Kalbar di Jakarta.

Untuk mengabadikan semua kisah, sejarah, suka dan duka diaspora Dayak asal Kalbar  di Jakarta, buku ini ditulis dan diterbitkan. Hal ini sesuai dengan pepatah Latin: verba volant, scripta manent. Apa yang diucapkan berlalu, tapi yang dituliskan abadi.

Buku. Begitu cara kerjanya!

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply