KMN| Dari Dokter Manusia ke Dokter Masyarakat

Buku ke-137: on 🔥 progress.
Sedikit “bocoran” tentang kandungan gizi isinya:
Kade gali’, pane diantat. Kade’ bai’? Ahe agi’ nang dipatakatna’?

Peribahasa dalam alam pikiran, sekaligus bahasa Dayak Kanayatn, Kalimantan Barat itu, sungguh dalam maknanya. Jika diindonesiakan, kira-kira demikian bunyinya. “Jika takut, bisa diantarkan. Tapi jika tidak ada kehendak? Mau bilang apa?”

Benar Karol anak kandung politikus senior dan nasional, Drs. Cornelis, S.H., M.H. Namun, ia bukan politisian dadakan.

Demikianlah adagium dari alam budaya dan pikiran asli Dayak, tanah kelahiran sekaligus ranah pengabdian perempuan bernama lengkap: Karolin Margret Natasha (KMN), sangat pas menjelaskan. Terutama latar belakang serta bagaimana “politik bukan-dinasti” yang ia jalani.

Benar bahwa Karol anak kandung politikus senior dan nasional, Drs. Cornelis, S.H., M.H. Namun, ia bukan politisian dadakan.

Artinya, ujug ujug mentas di panggung mahakeras dan panas itu. Lalu tiba-tiba ditunjuk menduduki tempat penting dalam partai. KMN meniti karier politik dari aras bawah sekali. Ia dimentori sang ayah. Setelah mempunyai cukup “modal” (literasi politik dan modal), ia terjun ke arena. Bagai anak pisang yang siap untuk dipindahkan.

KMN maju ke Senayan, mewakili rakyat Kalimantan Barat yang raihan suaranya sangat mencengangkan: tertinggi se-Indonesia. Mengalahkan siap a pun juga. Termasuk Puan.

KMN mulai mencuatkan nama sebagai wanita-politisian ketika anggota Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan, tenaga kerja. Sang dokter maju dari dapil Kalimantan Barat seperti pada Pemilu 2009 yang meliputi seluruh kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat: Kabupaten Sambas, Bengkayang, Pontianak, Landak, Kubu Raya, Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Kota Pontianak, dan Singkawang.

Hal yang mengagumkan adalah bahwa pada Pemilu 2009, Karolin meraih 222.021 suara (peringkat ketiga nasional), sedangkan dalam Pemilu 2014, dia meraih 397.481 suara sah yang menempatkan dia di peringkat pertama caleg dengan raihan suara terbanyak se Indonesia.

Raihan mendulang suara dukungan ini, patut untuk dicatat sejarah sebagai prestasi nasional. Bagaimana prestasi bidang politik yang tidak tiba-tiba, melainkan Karolin meniti karier bidang politik sejak dini, yang dimentori ayahnya sendiri. Selain itu, Karolin juga aktif di bidang organisasi sejak mahasiswa di Universitas Atmajaya dan sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Periode 2015- 2018-2021.

Masih cukup banyak orang mengira bahwa Karolin naik ke puncak dan meraih prestasi politik karena faktor dinasti, yang given begitu saja. Yakni dari faktor keturunan dari sang ayah yang dikenal sebagai Bupati Landak (2021-2006-2007), Gubernur Kalimantan Barat (2008–2018) dan anggota DPR-RI (2019-2024).

Sungguh terlalu dini mengatakannya demikian. Jangan hanya melihat Karol, nama panggilannya, seperti saat ini. Akan tetapi, lihatlah sedari dini. Ketika sejak usia belia, telah biasa menyaksikan, mendengar, melihat, serta belajar dari sang ayah bagaimana hidup ber- dan dari politik.

Buku ini menyibak derap langkah, kiprah, serta rekor sang politisian muda Dayak dari Borneo.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply