Sinopsis sebuah Buku

Anda tentu sering membaca tulisan pada sampul belakang buku. Menarik. Menggubah rasa ingin tahu. Lalu membelinya.

Tapi mafhumkah Anda apa namanya? Dan bagaimana proses kreatif membuatnya?

Penulis dapat membuat sinopsis sendiri. Akan tetapi, dalam membuat sinopsis buku dituntut keterampilan tersendiri.

Dalam membuat sinopsis, tidak saja diperlukan keterampilan menulis, tetapi juga diperlukan kemahiran memilih diksi sehingga kata-kata dalam sinopsis mengandung kekuatan yang dahsyat.

Selain itu, seorang pembuat sinopsis harus memahami psikologi konsumen.

Asal-Usul dan Pengertian Sinopsis
Sinopsis berasal dari kata Yunani sin + oftalmos yang secara harfi ah berarti bersama-sama, sekilas, selayang pandang (sin), dan oftalmos (mata, penglihatan).

Jadi, sinopsis berarti sekali (sekilas) melihat (membaca) sebuah teks, sehingga seseorang (kita) langsung mengetahui isi buku secara keseluruhan.

Sinopsis selalu ditempatkan di sampul belakang (back cover) sebuah buku. Kalimatnya tidak terlalu panjang dan diusahakan mencerminkan isi buku.

Keunggulan-keunggulan dan tujuan dicamtumkannya sinopsis, yaitu
(1) memancing rasa ingin tahu pembaca,
(2) mendorong (purchase) orang untuk membeli, dan
(3) membantu pembaca memahami inti buku.

Ragam Sinopsis
Memahami tentang sinopsis merupakan satu hal, sementara bagaimana cara
membuatnya merupakan hal yang lain lagi. Sinopsis ada bermacam-macam.
Namun, ada empat (4) macam sinopsis yang dikenal, yaitu sebagai berikut.
1) Intisari buku. Ambillah intisari sebuah buku. Lazimnya, intisari buku didapat dari bab yang paling banyak porsi pembahasannnya, dan biasanya pada bab yang sering dikembangkan oleh penulisnya. Namun, tidak jarang bahwa inti buku yang dijadikan (atau sama dengan) sebuah bab dalam buku tersebut. Kemudian, ambillah (blok) bagian-bagian buku tersebut, dan hubungkan dengan ide-ide lainnya. Setelah itu, carilah selling
point di dalamnya.
2) Kutipan (citat). Mengutip (atau meinta) pandangan-pandangan/ apa kata pakar mengenai buku tersebut. Hal ini dapat disiasati sebelumnya.

3) Persuasif + benefi t. Pembaca perlu diyakinkan bahwa buku ini penting untuk dimiliki, dan tentu saja dengan argumen-argumen yang kuat.

Kemudian, tunjukkan bahwa pembaca akan memeroleh manfaat (benefit), setelah membeli dan membaca buku tersebut. Ketika pembaca merasa, antara cost dan benefit berimbang, atau cost lebih kecil dibandingkan benefit, maka pembaca akan memutuskan membeli buku tersebut.

4) Sinopsis yang keempat adalah kombinasi antara 1 dengan 2, 1 dengan 3, atau 2 dengan 3. Pertimbangkan foto penulis apabila akan dicantumkan di dalam back cover dan menyertakan biodatanya sekilas. Pakar, penulis yang cantik/ tampan, penulis yang terkenal, dan memiliki “nilai jual”, layak dipertimbangkan untuk dicantumkan dalam back cover setelah sinopsis buku tersebut.

Teknik dan Langkah Membuat Sinopsis
Di dalam membuat sinopsis tidak langsung jadi. Walaupun hanya menulis 3-5 paragraf, tetap memerlukan waktu yang lama. Mengapa? Karena proses kreativitasnya panjang dan terjadi bongkar-pasang berkali-kali. Adapun teknik membuat sinopsis sebagai berikut.

Pertama, membaca buku seluruhnya hingga mendapatkan gambaran umum isinya.

Kedua, mengambil/mengutip
bagian yang menjadi inti buku.

Ketiga, tandailah bagian yang dirasa memiliki selling point.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 730

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply