Adversity Quoetient | Kecerdasan Mengatasi Hambatan

Saya ingin berbagi atau sharing mengenai kandungan gizi menu buku ini.

Di masanya. Buku ini sangatlah fenomenal. Bukan semata-mata di bidang ilmu psikologi. Melainkan juga di ilmu ilmu sains, humaniora, dan sosial yang lainnya.

Buku ini ditulis oleh Stoltz yang pada tahun 1997 terbit di Amerika. Akan tetapi, serta merta buku ini kemudian melegenda mendunia. Sampailah akhirnya tiba penciuman kami di PT Gramedia.

Ketika itu, saya managing editor Bidang Nonfiksi. Kami langsung setuju mengindonesiakan buku yang sangat baik ini dari sisi temuan dan sisi psikologinya. Sebab hasil penelisikan menunjukkan, terdapat novelty dalam kandugan sajian menu gizinya.

Saya fokus pada tiga tipe manusia di dalam buku ini di halaman 14 dan halaman 15. Ada tiga tipe manusia: yang pertama quitter. Yang kedua, camper.  Yang ketiga, climber

Tipe pertama adalah manusia yang gampang menyerah.

Yang kedua, orang yang puas dengan hasil yang dicapai. Cukuplah perolehan hari ini untuk hari ini. Tidak memikirkan atau menyiapkan masa depan, menabung untuk hari esok.

Yang ketiga climber. Seorang pendaki. Sosok, seperti Pembaca. Orang yang ingin mencapai puncak. Pribadi yang tidak pernah puas dengan hasil yang telah diraih. Ia berpegang pada prinsip: yang lalu good. Yang sekarang: better. Yang akan datang: best.

Saya ingin bertanya saja: Anda tipe yang mana? 

Tentu, dalam kerangka teori Adversity Quotient (AQ) ini?

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 730

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply