Apai Janggut| A Living Example of the Natural Intelligence of the Dayak People (1)

Pesaling.
Adalah istilah dalam khasanah Iban. Boleh dikatakan “alias” yang menunjukkan predikabilia dari seseorang.

Apai Abang misalnya, adalah pesaling bagi seorang ayah yang anak kandung pertamanya lelaki. Apai berarti: ayah, atau bapak. Sedangkan ibu adalah inai, atau indai.

Sebenarnya, asli nama pria kelahiran tahun 1914 itu adalah Bandi Anak Ragai. Tradisi Dayak Iban dalam menamai anaknya adalah dengan menyertakan nama ayahnya, sehingga Apai Janggut dikenal dengan nama Bandi yang mempunyai ayah bernama Ragai. Adapun Apai Janggut disematkan karena ciri khas penampilannya adalah selalu memelihara janggut hingga dada.

Bagaimana kisahnya?

Suatu hari. Di Tapang Sambas, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Di sela-sela rehat kami rapat mempersiapkan pendirian perguruan tinggi Keling Kumang yang saat ini semua orang mengenalnya di Sekadau. Apai Janggut berkisah kepada saya.

 “Ini wasiat dari Kumang. Supaya saya memelihara janggut. Kumang yang nyuruh saya berjanggut. Ini bukan maunya saya, tapi Kumang yang nyuruh saya berjanggut,” kata penjaga lingkungan dan adat budaya Iban dari Sungai Utik.

***
Ada pepatah petitih, dalam bahasa Latin.Barba non facit philosophum –Jenggot panjang tidak (otomatis) membuat seorang menjadi airf-bijaksana. 

Demikian tamsil yang populer sejak zaman Romawi kuna. Menurut penulis Latin, Aulus Gellius (125 – 180 M), yang menceritakan bahwa ia hadir di sebuah acara. Ada seorang lelaki berjubah, dengan rambut panjang dan jenggot yang hampir menjuntai mencapai pusarnya. Suatu ketika, datang ke aristokrat Athena, mantan konsul Romawi dan sastrawan Herodes Atticus, yang terkenal dengan pesona dan kefasihan bahasa Yunani-nya dan meminta agar uang diberikan kepada pria berjenggot itu.

Ketika Herodes bertanya kepadanya, “Siapa dia, pria itu?” yang tampaknya tersinggung, lalu menjawab bahwa dia adalah seorang filsuf. Sekonyong-konyong menambahkan bahwa dia bertanya-tanya, mengapa gerangan Herodes berpikir perlu mengajukan pertanyaan seperti itu?

“Aku mafhum,” kata Herodes. “Jenggot dan jubah ada kulihat; namun filsuf yang belum kulihat.”

Beberapa sahabat Herodes memberitahunya bahwa orang itu sebenarnya adalah seorang pengemis “yang tidak berharga”, yang perilakunya sering kasar. Mendengar itu, Herodes berkata, “Mari kita beri dia uang, kalau begitu, apa pun karakternya, bukan karena dia laki-laki, melainkan karena kita laki-laki.” Lalu ia memerintahkan agar diberikan uang yang cukup kepada lelaki itu, sehingga dia bisa membeli makanan selama tiga puluh hari.

Tentu, itu bukan kisah lelaki tua berjenggot dari Sungai Utik. Kepada saya, pria berjenggot itu mengisahkan mengapa memelihara rambut yang tumbuh di dagu menjuntai ke bawah, panjang, warna seng lagi.

Asli namanya Bandi saja sebenarnya. Adalah kebiasaan orang Iban, seseorang menyebut diri anak dari bapaknya. Ini menunjukkan suku bangsa yang populasinya ditengarai terbanyak, 1,2 juta sedunia ini, menganut patrilineal.

Berasal dari dua kata bahasa Latin, yaitu pater yang berarti ayah, dan linea yang berarti garis. Adalah sebuah adat alam masyarakat Iban mengatur alur keturunan berasal dari pihak ayah.

Dengan demikian, dari namanya, terang benderanglah. Bahwa Ragai adalah nama dari ayah Bandi.

(bersambung)

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply