Audiobook: Anggur Baru, Kirbat Lama

Judul narasi kita rasanya pas untuk menggambarkan fenomenon ini: Bagaimana media-dengar (audio media) seperti audiobook sebagai bentuk media lama yang diadaptasi ke dalam format baru.

Inilah ujud inovasi. Sesuai dengan definisinya. Bukankah inovasi adalah mplementasi praktis dari ide-ide yang menghasilkan pengenalan barang atau layanan baru atau perbaikan dalam penawaran barang atau layanan?

Pas saja audiobook adalah sebuah inovasi di dera digital!

Dasar dari audioebook adalah buku cetak (print book) atau ebook yang telah ada sebelumnya. Audiobook merupakan adaptasi dari karya-karya tulis ke dalam format audio. Sedemikian rupa, sehingga memungkinkan orang untuk mendengarkan teks buku tersebut sebagai alternatif dari membacanya.

Audiobook juga dapat dinikmati di berbagai tempat di arena publik melalui earphone atau headphone. Sedemikian rupa, sehingga seseorang dapat mendengarkannya tanpa mengganggu orang lain di sekitarnya.

Audiobook dapat ditemukan secara online di jagad maya. Banyak yang tersedia secara gratis melalui berbagai platform, namun juga terdapat versi berbayar yang seringkali menawarkan kualitas produksi yang lebih tinggi dan narator yang profesional.

Media audio yang dikenal sebagai “jadul” seperti radio telah menjadi bagian penting dalam sejarah penyiaran suara. Kemunculan kembali popularitas audiobook menunjukkan bahwa audio sebagai media tetap relevan dan efektif dalam menyampaikan informasi dan pengetahuan.

Evolusi teknologi telah mengubah cara kita mengakses dan mengonsumsi konten audio, dari radio tradisional hingga audiobook digital.

Hal yang mengagumkan adalah bahwa manusia memiliki berbagai pancaindera. Penggunaan media audio dapat memaksimalkan pengalaman belajar dan informasi bagi orang yang mungkin lebih responsif terhadap pendengaran daripada penglihatan.

Media audio juga dapat digunakan sebagai alat pembelajaran yang kuat dalam berbagai konteks, termasuk pendidikan formal dan informal.

Manfaat praktis
Audiobook sangat bermanfaat bagi orang-orang yang sibuk atau dalam situasi di mana mereka tidak dapat membaca buku secara visual. Ketika berkendara, orang dapat mendengarkan audiobook sebagai cara untuk tetap mendapatkan konten dari buku tanpa harus membaca.

Audiobook juga merupakan solusi yang sangat baik bagi orang buta atau dengan gangguan penglihatan, karena mereka dapat menikmati buku tanpa bergantung pada teks yang ditulis.

Memanfaatkan audiobook memungkinkan orang untuk multitasking. Mereka dapat mendengarkan buku sambil bekerja atau melakukan tugas lainnya, sehingga dapat menggabungkan aktivitas dan menyerap informasi dari buku secara efisien.

Audiobook juga dapat dinikmati di berbagai tempat di arena publik melalui earphone atau headphone. Sedemikian rupa, sehingga seseorang dapat mendengarkannya tanpa mengganggu orang lain di sekitarnya.

Audiobook juga dapat digunakan sebelum tidur atau dalam posisi tiduran sebagai cara untuk bersantai dan menikmati buku tanpa harus membaca secara visual.

Selain itu, ada juga opsi ebook yang memungkinkan seseorang membaca buku dalam format digital. Buku-dengar ini kini dapat diakses melalui perangkat elektronik seperti tablet atau e-reader.

Sudahkah Anda memanfaatkan salah satu tawaran kemudahan kenikmatan “membaca” buku zaman now?*)

sumber ilustrasi: https://clermontlibrary.org

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 730

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply