Dayak | Colonized by the British and Colonized by the Dutch: What’s the Difference?

There are readers who WA to me personally. After reading and studying the writings about the phenomenon of Ricky El, an Iban who lives from the creative economy industry, namely ethnic music.

“What is the difference between Dayak in Malaysia and Indonesia”? he asked. I promised to give him a special review. Here it is!

Dijajah Inggris dan dijajah VOC yang Belanda itu memang: beda!

Di mana letak bedanya?

Saya merasa “iri” sekaligus bangga pada Negeri Sarawak. Dalam banyak hal, lebih maju dan beradab. Tertib, bersih, teratur, infrastrukturnya jauhhhh lebih baik banding negara sebelah.

Negeri dan negara memang beda! Sarawak juga negeriku, meski bukan negaraku.

Kami satu negeri: Borneo. Semoga ada lembaga/orang bosan kaya membiayai saya riset perbandingan: cumulative impact dijajah Inggris dan dijajah VOC yang Belanda, meski de facto penjajahan-berlapis2 melalui kaki-tangan kolonial.

Selama lebih seminggu mengamati geliat dan dinamika kota Kuching, memang belum bisa purna mengenali fenomena di baliknya.

Negeri dan negara memang beda! Sarawak juga negeriku, meski bukan negaraku.

Namun, saya membuat perbedaan Kuching dan Pontianak sebagai berikut:
STUDI BANDING KOTA KUCHING dan PONTIANAK yang dijajah INGGRIS dan BELANDA.

Kuching:

  1. Kota: bersih, teratur, rumah-rumah jauh dari jalan raya.
  2. Infrastruktur: lengkap, modern, baik, melampaui kebutuhan warga.
  3. Tertib lalu lintas.
  4. Pendidikan lebih baik, modern, dan maju.
  5. IPM lebih tinggi.
  6. Income per kapita menyamai NICs.
  7. Kendaraan relatif kecil dan lebih sedikit.
  8. Fasum: terpelihara dengan baik.
  9. Toilet di terminal dan bandara bersih dan terjaga.
  10. Federasi Malaysia
  11. Dayak Iban, Bidayuh, dan Lun Bawang/Lun Dayeh menonjol di berbagai sektor.
  12. Literasinya maju.
  13. Jalan dari perbatasan (Tebedu) sampai Kuching dua jalur, lebar, mulus, rapi, teratur, jauh dari perumahan penduduk.
  14. Taat pada hukum dan warganya cukup fair mengakui kesalahan.
  15. Polisnya relatif bersih dan jujur.
  16. Pelayanan medis –kesehatan jauh lebih baik dan lengkap. Dokter/ rumah sakit tidak komersial, tidak menganjurkan operasi jika tidak perlu.
  17. Museum Sarawak relatif lengkap sebagai bukti artefak untuk studi Dayak lebih dalam.
  18. Banyak kedai/ cafe.
  19. Banyak galeri toko buku berbahasa Iban, Bidayuh, dan Lundayeh, apalagi bahasa Inggris tentang etnis dan budaya setempat.
  20. Banyak Ph.D. lulusan Inggris.
  21. Ada patung/monunen KUCING di tengah-tengah kota dan ada museum Kuching.
  22. Ada cafe dan resto James Brooke.
  23. Dipelihara dengan baik peninggalan Ingris, salah satunya: Istana di tepi sungai Sarawak.
  24. Jarang ada, bahkan tidak pernah, warga membenci dan mendendam Inggris yang pernah menjajah. Dalam beberapa hal, bahkan berterima kasih.
  25. Harga komoditas tertentu jauh lebih murah, misal: pupuk dan gula dengan kualitas yang lebih bagus.
  26. Terjadi kawin-mawin orang Sarawak dan orang Iggris. Mereka “bersekongkol” hidup dan memajukan negeri.

Pontianak: (Anda bisa isi!)
1.
2.
3.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply