Eurycoma Longifolia |Hama dan Penyakit Pasak Bumi (7)

Setiap tanaman, ada hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Bahkan, berpotensi untuk mematikannya.

Demikian pula Eurycoma Longifolia (pasak bumi). Tanaman multikhasiat ini juga ada hama dan penyakitnya. 

Petani yang memuliabiakkan, atau mengusahakan pasak bumi perlu mengetahui hama dan penyakit pasak bumi. Pengetahuan itu penting untuk tindakan peventif (pencegahan) maupun kuratif (memelihara) jika seandainya suatu waktu pasak bumi diserang hama dan penyakit.

Sejauh pengamatan dan pengalaman saya selama menekuni pasak bumi sejak 2007, dua saja yang menjadi hama dan penyakit pasak bumi. 

  1. Ulat. Sebesar batang korek api, warna putih kekuning-kuningan. Panjangnya 3 – 5 cm. Olej karena makan daun dan bunga pasak bumi, ulat ini bersih. Jika kena kulit, tidak membuat gatal. Saya belum pernah mencoba mengonsumsinya, meski bersih, seperti kelatang.
  2. Semut. Biasa bersarang pada tanah di batangnya. Dapat menganggu tertib-tumbuh kembang akar pasak bumi, mengurangi kesempurnaannya.

Itu saja hama dan penyakit pasak bumi. Meski demikian, tidak membahayakan. Sebab pasak bumi tahan terhadap hama dan penyakit. 

Penampakan daun pasak bumi dan ulat hamanya.

Tidak membuat pasak bumi mati.  Setelah habis daunnya, akan tumbuh lagi. Toh yang diperlukan yang utama adalah akarnya. Meski daun pasak bumi juga dapat untuk obat.

Sedangkan yang cukup parah adalah jika ulat memakan bunga pasak bumi. Akan habis semua. Jika kita menjadikannya bibit, maka ulat-ulat itu cuku dibuang secara manual saja. 

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 730

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply