Eurycoma Longifolia| Malaysia Berjaya Bikin Kopinya (5)

Tanaman langka ini sebenarnya tumbuh di rerimbunan pohon lain. Nama latinnya eurycoma longifolia, orang Malaysia menyebutnya tongkat ali, sementara di Indonesia disebut juga sebagai bidara pahit. Tumbuh dan kembangnya tidak berkelompok.

Pasak bumi tanaman yang jarang ditemukan berdekatan. Sering tumbuh satu satu. Asumsinya, buahnya diterbangkan angin. Sedemikian rupa, sehingga tidak jauh dari pokoknya. Di hutan alami, kalau tidak awas, tanaman ini sulit untuk dikenali. Tidak setiap orang punya nyali menemukannya, untung-untungan.

Batang pohon pasak bumi sebenarnya kecil. Yang sudah bermanfaat mulai dari sebesar jempol jari. Ada yang sampai sebesar betis, namun paling besar sepaha orang dewasa. Walau sebesar jempol jari, jangan dikira gampang mencabut tanaman ini. Sukar sekali! Akarnya sangat dalam, jauh masuk  ke bumi. Bahkan, kalau tidak tahu cara mencabutnya, kita bisa gagal total mendapatkan tanaman itu.

Yang saya kagumi dari Malaysia, bisa cepat membaca peluang. Ketika saya baru menanam dan memuliabiakkan, mereka sudah berbuat. Menjadikan tongkat ali komoditas unggulan. Kopi tongkat ali, yang diolah secara modern. Dijual bebas di pasar internasional.

Di Sebatik, saya membelinya. Satu kantong isi 15 stik, seharga rp 80.000. Minum di tempat a rp 8.000/cangkir. Kalau dijual di Jakarta, bisa a rp 20.000/cangkir.

Tak mungkin saya menandingi Malaysia, dalam hal ini. Selain modal, juga keterampilan, dan tenaga kerja. Mungkin saya hanya bisa jadi pemasok bahan mentahnya saja.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply