Industri Buku di Era the New Media

Era the new media bukan saja membuat segalanya serba cepat dan serba digital. Namun, juga sekaligus mengubah perilaku dan gaya hidup umat manusia. Komunikasi dan transaksi terjadi dan berlangsung melalui media elektronika dan terjadi di sini dan saat ini (hic et nunc). Segalanya terjadi demikian cepat. Pilihan pun semakin banyak. Jika suatu perusahaan tidak dapat menyediakan barang dan jasa dalam waktu instan maka konsumen dengan segera beralih ke yang lain.

Baca A book that Immortalizes the Liberation of the Dayak People from The Vicious Cycle of Poverty

Dalam industri buku misalnya, kini tersedia banyak pilihan. Sejak Inpres Bacaan yang digulirkan Pemerintah tahun 1970-an, bermunculan banyak penerbit musiman. Ada penerbit yang lahir prematur, semata-mata berdiri hanya demi mengejar proyek. Akan tetapi, waktu jualah yang menguji. Penerbit musiman dan penerbit amatir satu per satu berguguran seakan menggenapi hukum alam.

Umumnya yang bertahan ialah penerbit profesional, yang memiliki tiga ciri pokok:

Pertama, mengedepankan mutu. Dalam industri perbukuan, mutu tidak dapat ditawar. Mutu menyangkut kualitas isi (content), bahasa, ejaan, keterbacaan (readability).

Baca BUKU Mengapa Perlu Launching?

Kedua, kemasan yang menarik. Kemasan menyangkut desain cover, tata letak isi, pilihan kertas, dan ukuran atau format buku.

Ketiga, jaringan pemasaran yang kuat. Tidak dapat disangkal bahwa buku bukan semata-mata produk budaya, namun juga produk hiburan sekaligus komoditas. Karena itu, sebelum melempar sebuah produk ke pasar, hendaknya lebih dulu dilakukan studi mengenai perilaku konsumen.

Publik tradisional vs publik futuristik
Siapakah pembeli buku? Pertanyaan ini penting dijawab, sebelum memutuskan untuk menerbitkan sebuah buku. Dengan kata lain, mendefinisikan atau membuat profil siapakah (calon) pembeli buku adalah langkah penting sebelum menerbitkan sebuah buku.

Siapakah pembeli buku adalah langkah esensial dalam proses penerbitan buku, dan ini dapat dijelaskan lebih rinci dengan mempertimbangkan perbandingan antara “publik tradisional” dan “publik futuristik.”

Publik Tradisional
Publik tradisional mencakup pembaca yang lebih suka buku fisik, seperti novel cetak, ensiklopedia, dan buku panduan tradisional. Mereka cenderung lebih tua, memiliki kecenderungan kuat terhadap buku cetak, dan menikmati pengalaman membaca yang nyata. Mereka mungkin adalah kolektor buku atau mereka yang memiliki preferensi khusus terhadap genre atau penulis tertentu.

Publik tradisional lebih suka merasakan halaman buku yang berada di tangan mereka, mencium aroma kertas, dan menikmati pengalaman membaca yang lebih konvensional.

Buku cetak dan toko buku fisik merupakan channel distribusi utama untuk publik tradisional.

Publik Futuristik
Publik futuristik terdiri dari pembaca yang lebih cenderung menggunakan teknologi dan lebih terbuka terhadap format digital. Mereka mungkin lebih muda, memiliki perangkat seperti e-reader atau tablet, dan mencari buku dalam format e-book, audiobook, atau online.

Publik futuristik lebih suka mobilitas dan kemudahan akses. Mereka mungkin ingin membaca di perangkat seluler mereka, mendengarkan buku saat bepergian, atau berinteraksi dengan konten digital secara lebih interaktif.

Channel Distribusi: Platform online, seperti toko e-book, perpustakaan digital, dan platform audiobook, adalah channel distribusi utama bagi publik futuristik.

Baca Media Pembelajaran Kreatif

Mengetahui profil pembeli potensial, sangat esensial. Penulis atau penerbit dapat menyesuaikan konten dan gaya penulisan buku untuk mencapai audiens yang diinginkan. Ini membantu dalam menarik dan memenuhi kebutuhan pembaca yang telah ditentukan sebelumnya.

Strategi Pemasaran
Pengetahuan tentang siapakah yang akan membeli buku memungkinkan pengembangan strategi pemasaran yang lebih efektif. Ini termasuk pemilihan platform pemasaran yang tepat, promosi yang sesuai, dan komunikasi yang efisien dengan audiens target.

Mengetahui siapakah pembeli buku membantu dalam mengukur potensi kesuksesan buku dan mengoptimalkan pengembalian investasi. Ini dapat mencegah risiko ketidakcocokan antara isi buku dan audiens target.

Baca Makan Buku (1)

Perlu memahami preferensi pembeli potensial memungkinkan eksperimen dengan format buku yang sesuai. Misalnya, untuk publik futuristik, menciptakan versi e-book atau audiobook dapat menjadi pilihan yang bijak.

engan pemahaman yang lebih baik tentang profil pembeli, penulis dan penerbit dapat berfokus pada meningkatkan kualitas buku untuk memenuhi ekspektasi dan kebutuhan audiens tersebut.

Dalam era penerbitan modern, pilihan format buku, metode distribusi, dan strategi pemasaran semakin beragam. Oleh karena itu, menjawab pertanyaan siapakah pembeli buku adalah langkah awal yang sangat penting untuk memastikan bahwa buku mencapai audiens yang tepat dan sukses di pasaran yang terus berubah. *)

Share your love
Avatar photo
Biblio Pedia
Articles: 211

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply