Membaca Cepat vs Membaca Lambat : Yang Penting Pemahaman

Ada orang yang beranggapan bahwa membaca lambat akan memberikan pengertian dan pemahaman yang lebih baik. Sebab, dengan membaca lambat, seseorang menyerap dan “mengunyah-ngunyah” semua yang ada dalam bahan bacaan tanpa ada yang tersisa. Semua huruf dilalap, dari huruf pertama hingga akhir bacaan.

Sebaliknya, membaca cepat tidak akan meninggalkan bekas apa-apa. Sebab, dengan membaca tergesa-gesa, seseorang tidak sempat mencerap dan merefleksikan apa yang dibacanya.

Baca Membaca Max Weber, Salah Seorang Bapak Sosiologi

Manakah dari kedua anggapan itu yang benar? Kedua-duanya tidak benar! Membaca lambat tidak serta merta menjamin seseorang memahami suatu bacaan. Sebaliknya, membaca cepat tidak menutup kemungkinan seseorang untuk memahami bahan bacaan, asalkan yang bersangkutan tahu kiat-kiat dan teknik membaca cepat.

Membaca: yang penting Pemahaman
Sebenarnya, proses memahami bacaan, sama saja dengan memahami wicara (komunikasi lisan). Agar kontras perbedaan antara membaca lambat dan membaca cepat, baiklah kita perhatikan contoh berikut ini.
Contoh membaca cepat:
Bangun tidur/aku/ langsung mandi/ sebelum melakukan /pekerjaan yang lain.
(Dibaca sesuai dengan satuan-satuan gatra, atau satuan-satuan ide berupa kelompok kata)

Contoh membaca lambat:
Bangun/ tidur/aku/ langsung/ mandi/ sebelum/ melakukan /pekerjaan/ yang/ lain.
(Dibaca kata demi kata).

Dalam contoh membaca cepat, pembaca membaca materi berdasarkan satuan-satuan kelompok kata berupa unit-unit ide (lihat Bab 9 “Diagram: Elemen dan struktur bahasa”). Dengan menangkap unit ide (ide pokok), tanpa menyelesaikan membaca kalimat pun, sebenarnya seseorang sudah dapat memahami ide penulis. Sebab, rangkaian kalimat yang menghubungkan ide-ide pokok itu sebenarnya hanyalah alat penyampaian ide pokok.

Sebaliknya, pada contoh membaca lambat setiap usai membaca kata, seseorang melakukan jeda sementara atau penghentian singkat. Malah, cara ini kurang menguntungkan. Selain lambat, menghubungkan ide satu dengan ide lain lebih sulit karena begitu banyak hal yang mesti disambung menjadi sebuah pengertian.

Baca 9 Tahapan menuju Budaya Baca 2 : Membaca Pesan WA dan Kata-kata Bertuah

Manakah dari dua cara membaca ini yang paling baik? Tentu saja, akan lebih efektif dengan cara membaca cepat. Selain cepat, cara ini sangat efektif dan efisien karena si pembaca menjadikan bacaan menjadi miliknya sendiri. Ia tidak berpikir secara text book, namun menangkap ide pokok yang tertuang dalam sebuah bacaan.

Hal itu membuktikan, membaca cepat tidak berarti meninggalkan atau melewatkan bagian bacaan tertentu. Bahkan, orang yang membaca cepat sering memiliki tingkat pemahaman akan bahan bacaan yang tinggi pula. Sering bahan bacaan justru mengafirmasi pengetahuannya yang sudah ada, atau melengkapi informasi yang sudah didapat sebelumnya. Bahan bacaan semakin memerkaya si pembaca. Bahan bacaan menggiringnya secara detail dan sistematis memahami suatu topik.

Menilik perbandingan keuntungan antara membaca cepat dan membaca lambat, kita sampai pada simpulan bahwa sebaiknya seseorang memiliki keterampilan membaca cepat. Caranya? Selain autodidak dan berlatih, ada kursus speed reading. Diberikan pemahaman dan diajarkan langkah demi langkah bagaimana membaca cepat.

Tentu saja, tidak setiap bacaan dapat dibaca cepat –sangat bergantung pada jenis bacaan. Ada bacaan ringan yang sekali sapu membaca, sudah paham seluruh isinya. Namun, ada bacaan berat yang membacanya perlu waktu dan pemahaman.

Jadi, membaca untuk memeroleh pemahaman dapat diibaratkan dengan seseorang yang mengendarai kendaraan. Kapan harus menghendarai dengan lambat, sedang, atau kecepatan tinggi; sangat bergantung pada konsisi lalu lintas. Jika jalanan macet, tidak mungkin memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Namun, jika jalanan lowong, si pengandara dapat melarikan kendaraannya dengan cepat.

Demikian pula dengan membaca. Kapan harus lambat, sedang, atau cepat; sangat tergantung pada situasi. Apakah bahan bacaannya ringan, sedang, ataukah berat. Selain itu, meski jenis bacaan beragam, tingkat kognitif si pembaca pun turut memengaruhi. Sebab, bisa jadi, bacaan yang menurut seseorang ringan, menurut orang lain justru berat.

Karena itu, membaca dan memahami bacaan adalah kegiatan individual. Subjek dan objek saling terkait. Yang satu berkorelasi dengan yang lain. Aspek kognitif si subjek menjadi strategis, sebab membaca efektif dan efisien sejatinya sama sebangun dengan bernalar dan mengingat. Tidak ada proses dan tujuan membaca yang tidak bertautan dengan kegiatan mental-intelektual.

Kecepatan dan Kemampuan

Pepatah mengatakan, “Biar lambat asal selamat”. Tentu saja, pepatah itu tidak berlaku bagi kegiatan membaca. Dalam membaca, yang paling baik ialah, membaca cepat dan mampu (memahami bacaan).

Seseorang disebut memiliki keterampilan membaca cepat, apabila kemampuan motorisnya berbanding lurus dengan kemampuannya. Artinya, kecepatannya membaca diiringi dengan kemampuannya untuk memahami materi bacaan, minimal 70%. Memahami lebih dari 70% tentu saja sangat baik.

Baca E-book tidak Menggantikan Print-book, tapi Saling Melengkapi

Bagaimana hubungan antara kecepatan dan kemampuan membaca?
Jika seseorang yang kemampuan motoris sanggup menggerakkan mata membaca bahan macaan 1500 kata dalam tempo 5 menit, artinya ia memiliki kecepatan membaca : 300 kata per menit (KPM). *)

Share your love
Avatar photo
Biblio Pedia
Articles: 235

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply