Kaya dengan Sawit: How to Book yang Evergreen

Hijau selalu. Meski kemarau.
Itulah konsep evergreen: hijau sepanjang masa,. Tanpa mengenal musim.

Dalam dunia penerbitan (buku). Dikenal produk yang menghijau. Tiap waktu ada saja yang membeli. Kategori, atau genre buku itu adalah: how to book. Atau buku pemandu, pegangan, acuan, yang kandungan gizi menunya tak pernah basi sepanjang segala abad, amen.

Ini salah satu contoh buku itu!
Buku ini serial dari buku sebelumnya dengan katakunci yang sama:

  1. Menjadi Kaya dengan Menulis (2007)
  2. Menjadi Kaya dengan Lada (2017)
  3. Menjadi Kaya dengan Sawit (2022)

Sawit untuk kemakmuran negeri. Bagaimana semua pihak menikmati komoditas yang di dunia ilmiah disebut “elaeis guineensis” ini. Terutama rakyat semakin menikmati kehadiran komoditas, yang terbukti daya tahannya terhadap Pandemi Covid-19 itu. Sekaligus tetap menjadi primadona devisa negara justru di saat-saat dunia mengalami kelesuan ekonomi dan dilanda turbulensi akibat berbagai dampak politik, bencana, serta pengaruh global.

Dengan potensi lahan yang sangat luas, Indonesia diprediksi menjadi pemain kunci utama sawit dunia. Lantaran peran dan faktor Indonesia, akan makin banyak terjadi apa yang disebut dengan “post truth”, yakni upaya menghalangi Indonesia sebagai lokus eksistensi sawit, pemain utama, dan pengekspor terbesar dunia. Namun, justru karena peran yang dominan itu, ancaman menghadang di depan mata. Banyak kepentingan bermain pada industri sawit. Dan Indonesia diganggu terus dengan posisinya itu.

Dalam dunia penerbitan (buku). Dikenal produk yang menghijau. Tiap waktu ada saja yang membeli. Kategori, atau genre buku itu adalah: how to book. Atau buku pemandu, pegangan, acuan, yang kandungan gizi menunya tak pernah basi sepanjang segala abad, amen.

Faktanya adalah bahwa memasuki kuartal pertama tahun 2022, harga tandan buah segar (TBS) sawit mendadak terjun bebas. Dari semula a rp 3.400 – rp 4.000/kg, menjadi hanya rp 600. Boro-boro untung. Buntung, ya! Apalagi, di tengah gejolak dinamika sawit, Pemerintah mencabut larangan ekspor minyak sawit mentah (CPO). Keputusan mulai berlaku pada 23 Mei 2022.

Menurut keterangan, Keputusan tersebut didasarkan pada fakta jumlah pasokan yang stabil serta harga minyak goreng yang mulai turun. Nyatanya, tekan di sini (stop dan buka kran ekspor CPO) tidak serta merta memberi keuntungan seketika. Dampaknya di lapangan masih terasa.

Apa yang harus dilakukan? Bagaimana sebaiknya bersikap? Buku ini sekilas memberi jawab, namun pasti tidak tuntas, apalagi memuaskan. Tapi pas sebagai bahan kajian dan diskusi.

Emas hijau yang kini makin meramaikan bumi Kalimantan, pulau terbesar ke-3 dunia. Kiranya juga merembes dan dirasakan petani lokal.

Buku ini hadir memberi perspektif baru.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply