Soul Mountain | Penyembuhan dari Menulis dan Alam

Apa manfaat menulis?
Banyak sekali! Salah satu dari yang banyak itu: katarsis. Yakni pembersihan jiwa dan luka-luka batin. Semua uneg-uneg keluar dari dalam. Toxic tak ada sisa. Jiwa jadi bayi kembali.

Demikian yang dialami penulis novel ini. Aslinya, dalam aksara Cina “Lingshan”, Soul Mountain berarti: pencarian makna. Gunung jiwa.

Suatu terminologi yang coba menggambarkan bahwa dalam hidup, dalam perjalanan yang panjang, memunculkan kemungkinan bahwa yang musykil dan tidak mungkin bagi manusia, sangat mungkin bagi Tuhan.

Gao Xingjian yang divonis mati oleh dokter menumpahkan semua racun dalam tubuhnya lewat menulis. Ataukah mungkin penyembuhan karena suasana alam pegunungan? Atau gabungan dari keduanya?

Lingshan, dalam aksara Cina, adalah Gunung Jiwa. Suatu realitas yang kadang sulit dipahami, yang menjadi objek pencariannya manusia siapa pun doa, tidak pernah purna mengungkapkan rahasianya, tetapi perjalanannya kaya, aneh, provokatif, dan bermanfaat.

Inilah yang dialami Gao Xingjian. Pada 1983, Gao divonis mati oleh dokter karena mengidap kanker paru-paru. Enam minggu kemudian, setelah diperiksa, Gao sembuh total.

Ia mencoba bertahan dan mengisi sisa hidupnya dengan berjalan kaki sejauh 15.000 kilometer ke sebuah gunung terpencil dan hutan belantara Sichuan. Di hutan perawan belantara itulah, Xingjian menulis. Dari kedalaman jiwanya yang terdalam. Ia hanya menulis. Dan menuangkan seluruh isi jiwa raganya. Tak terbetik sama sekali, dalam pikirannya waktu itu, pada tahun 2000 karya ini meraih Nadiah Nobel bidang Sastra,

Sembuh total dari vonis mati oleh dokter. Suatu rahasia Illahi sebenarnya. Apa karena Gao Xingjian menumpahkan semua racun dalam tubuhnya lewat menulis? Ataukah penyembuhan karena suasana alam pegunungan?

***

Bisa kedua-duanya. Memang dikenal apa yang disebut Healing Forest – Hutan yang Menyembuhkan. Ada kandungan pendasaran teori dan praksisnya.

Apa dasar ilmiahnya?

Ternyata, memang ada. Namanya: healing forest.

Tersebutlah seorang bernama Hikmat Ramdan. Ia mengembangkan healing forest.  Selama bertahun-tahun ia menelitinya. Ramadan adalah Dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung dan Alumni Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Angkatan 1990.

Nah, ia  ini menguji alat penyembuhan-hutan itu  saat acara Forest Camp para alumni Fakultas Kehutanan IPB pada 27 Oktober 2019 di Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat.

Dengan aplikasi Smart Pulse maka kondisi stres fisik (physical stress) dan mental (mental stress) enam relawan diuji sebelum dan setelah berjalan di hutan. Hasilnya?

Ternyata, hutan dengan nuansa alami dan habitatnya, menyembuhkan!

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply