Sultan| Frasa Menggambarkan Nilai & Citarasa Superlatif

SULTAN.
Adalah frasa yang belakangan ini mengemuka. Sepatah kata Indonesia yang makna asli dan leksikalnya adalah: raja; baginda (KBBI daring).

Bila kita cukup wawasan. Dan paham Wittgenstein, bapak filsafat bahasa. Itu adalah gejala, atau evolusi kata. Yang menunjukkan citarasa, kelas tertentu, kelas atas. Selera para sultan.

“Beras sultan” –misalnya. Adalah juluk untuk pade’ adan. Beras dan nasi Krayan, hasil kultivasi padi di Dataran Tinggi Borneo yang dibudidayakan terintegrasi dengan peternakan kerbau.

Alami. Sama sekali tidak ada pupuk kimia. Irigasi, atau pengairan, langsung dari sumber air gunung. Jernih. Mengalir tiada henti.

Ada banyak faktor, mengapa nasi Krayan perisa, enak luar biasa. Salah duanya itu, yang diterakan di atas. Faktor yang lain, cuaca, tanah, serta kondisi lingkungan.

Mengapa demikian? Sebab pernah terjadi. Orang-orang Malaysia membawa benih padi (24 jenis padi adan) ke sana. Ditanam. Berbuah. Panen. Namun, setelah ditanak: cita rasa nasi adan yang padinya ditanam di Malaysia, berbeda dengan yang ditanam di Krayan.

Beras sultan  juluk untuk pade’ adan. Beras dan nasi Krayan, hasil kultivasi padi di Dataran Tinggi Borneo yang terintegrasi dengan peternakan kerbau.

Nah. Nasi, yang padinya dibudidayakan asli di tanah Krayan itulah: yang disebut-sebut “santapan para sutlan” saja saking luar biasa mak nyoz.

Ciri khas morfologi padi adan: satu rumpun di Krayan bisa mencapai hingga 150 batang. Jadi, harus ditanam agak jarang dibanding padi biasa. Agak tinggi, melebihi pinggang orang dewasa. Batangnya besar-besar. Inilah mungkin pepatah petitih itu, “Kakinya jenjang seperti padi bunting!”.

Lihatlah betapa indah batang padi di Krayan jika digoyang angin: seperti gadis sedang menari! Adapun butir beras adan, ia lebih kecil dari biasanya, putih, lonjong; agak runcing dan jarang patah –seperti beras umumnya. Solid. Berasnya saja harum alami.

Selain beras adan. Juga ikan luang yang hidup di sungai-sungai di bumi Krayan, the heart of Borneo. Disebut pula, sebagai “santapan para sultan.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply