Tempus Omnia Revelat

“Tempus omnia revelat”.

IA adalah frasa berasal dari bahasa Latin. Mari kita bahas elemen-elemen frasa ini yang terdiri atas 3 patah kata.

  1. Tempus: Berarti “waktu” dalam bahasa Latin.
  2. omnia: Adalah kata yang berarti “semua” atau “segala sesuatu.”
  3. revelat: Berarti “mengungkap” atau “memperlihatkan.”

Jadi, secara harfiah, frasa ini dapat diterjemahkan sebagai “Waktu mengungkapkan semua”. Atau “Waktu memperlihatkan segala sesuatu.”

Baca Honoris Causa

Frasa ini mencerminkan pemahaman bahwa seiring berjalannya waktu, segala sesuatu akan terungkap atau terbuka.

Makna Semantik: Frasa ini mengandung makna filosofis yang mendalam, menunjukkan keyakinan bahwa seiring berlalunya waktu, kebenaran atau rahasia akan terungkap. Ini bisa diasosiasikan dengan konsep bahwa waktu adalah faktor yang mengungkapkan atau membuka tabir terhadap sesuatu yang mungkin tersembunyi.

Baca Nota Bene – N.B.

Penerapan dalam Kalimat: Penerapan frasa ini dalam kalimat bisa menjadi seperti, “Meskipun misteri itu tersembunyi selama bertahun-tahun, akhirnya tempus omnia revelat – waktu akhirnya mengungkapkan segala sesuatu.” Pada dasarnya, itu bisa digunakan untuk menyatakan keyakinan bahwa waktu akan membawa kejelasan atau kebenaran atas suatu hal.

Frasa ini dapat diterapkan dalam konteks filosofis, kehidupan sehari-hari, atau dalam konteks tertentu di mana perubahan waktu dianggap sebagai kekuatan yang membawa pemahaman lebih lanjut atau pengetahuan yang sebelumnya tersembunyi.

Baca Veto

“Tempus omnia revelat” diterapkan dalam konteks sejaah sosial suatu komunitas/ bangsa? Misalnya, di Kalimantan Barat tahun 1967 – 1969 di permukaan seolah-olah terjadi konflik horozontal antara Dayak vs. Tionghoa. Sementara di kemudian hari, diketahui bahwa konflik itu diciptakan untuk satu kepentingan tertentu.
Ini salah satu makna frasa “tempus omia revelat”

Tempus omnia revelat

“Tempus omnia revelat” dapat diterapkan dalam konteks sejarah sosial suatu komunitas atau bangsa, termasuk situasi seperti yang Anda sebutkan di Kalimantan Barat tahun 1967-1969.

Contoh penerapan frasa ini dalam horizon sejarah sosial/ komunitas tertentu, sebagai berikut:

  1. Waktu sebagai Pengungkap Kebenaran:
    • Pada awalnya, konflik horizontal antara Dayak dan Tionghoa mungkin terlihat sebagai hasil dari ketegangan etnis atau perbedaan budaya. Frasa ini dapat diterapkan dengan memandang waktu sebagai faktor yang membuka tabir kebenaran. Misalnya, beberapa dekade setelah peristiwa tersebut, mungkin terungkap bahwa konflik itu sengaja diciptakan untuk kepentingan politik atau ekonomi tertentu.
  2. Konteks Sejarah dan Pemahaman yang Berkembang:
    • Frasa ini juga mencerminkan pada perkembangan pemahaman terhadap sejarah. Seiring berjalannya waktu, arsip sejarah mungkin terungkap, saksi hidup dapat memberikan perspektif baru, dan dokumentasi lainnya bisa muncul. Inilah yang dapat memperlihatkan bahwa konflik antara Dayak dan Tionghoa pada waktu itu sebenarnya bukan konflik horisontal murni, melainkan hasil dari manipulasi atau kepentingan tertentu.
  3. Pemulihan Hubungan Antar-Kelompok:
    • Dengan pemahaman yang berkembang seiring waktu, frasa ini dapat melayani sebagai panggilan untuk memahami sejarah secara menyeluruh dan membangun pemahaman yang lebih baik antara kelompok-kelompok yang terlibat. Kesadaran tentang pengaruh latar belakang dan manipulasi dalam konflik tersebut dapat membantu memulihkan hubungan antar-kelompok di masa depan.
  4. Pelajaran untuk Masa Depan:
    • Frasa ini juga dapat mendorong refleksi terhadap peristiwa masa lalu sebagai pelajaran untuk masa depan. Dengan memahami bagaimana waktu mengungkapkan kebenaran, masyarakat dapat lebih waspada terhadap potensi manipulasi atau konflik yang direkayasa untuk kepentingan tertentu.

Baca Temper Tantrum

Dalam konteks sejarah sosial, frasa ini mengajak untuk tidak hanya melihat peristiwa dari perspektif saat ini. Lebih dari itu, juga untuk mengakui bahwa waktu memiliki kekuatan untuk membawa kejelasan dan pemahaman yang lebih dalam atas apa yang sebenarnya terjadi di masa yang lampau.

Untuk perisiwa nasional tahun 2024, peristiwa politik dan ikutannya, akan tersibak pada waktunya kelak di kemudian hari.

Sebaiknya jangan ada prasangka, aprori, atau penghakiman berat sebelah.

Tempus omnia revelat!

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 730

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply