Tulis Apa yang Anda Lakukan, Lakukan Apa yang Anda Tulis!

Tulis (apa) yang Anda lakukan! Lakukan (apa) yang Anda tuliskan! Semudah itu proses kreatif menulis dan menerbitkan buku. 

Begitu biasa saya “ngompori” khalayak. Tatkala jadi narasumber menulis kreatif di berbagai kesempatan.

Waktu adalah ujud keadilan Tuhan. Setiap orang diberikan waktu yang sama. Hanya saja, ada orang yang secara sangkil dan mangkus memanfaatkan waktu untuk produktif dan melakukan kebaikan dan kemanusiaan. Sebaliknya, ada yang kurang, dan menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

Nyatanya, banyak orang sibuk, tapi masih produktif menulis. Apa kunci rahasianya? Judul narasi itulah anak kuncinya!

Ya, semudah itu menulis. Dan menghasilkan buku. Inilah semacam pembenaran banyak orang “tidak sempat, tidak ada waktu, sibuk, sehingga tidak bisa menulis.”

Nyatanya, banyak penulis produktif dunia –saya telah riset– pekerjaan rangkap. Marga T dan Mira W dokter. Ayu Utami jurnalis. Tapi tetap produktif. Dan bisa menulis. Bahkan melebihi produktivitas orang yang mengaku-ngaku profesi sebagai penulis-pengarang.

Demikianlah proses buku ini –hendak saya bagikan kisahnya. Mula-mula ia tugas sebagai dosen. Yang dituntut untuk membuat Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Kemudian Satuan Acara Perkuliahan (SAP). Lalu Kontrak Perkuliahan.

Saya “hanya” menulis apa yang saya lakukan. Dan melakukan apa yang saya tulis.

Sebagai dosen, saya mengajar mata kuliah “Feature Writing”. 
NOMOR KODE/ SKS : xx 3 SKS
DESKRIPSI SINGKAT : Materi kuliah ini membahas teknik menulis feature (literary journalism) dengan memperhatikan konteks sosial budaya suatu masyarakat dan kaitannya dengan ISI MEDIA, kedekatan (media) dengan pembaca, kaidah-kaidah sastra, elemen-elemen sastra, teori kebenaran, dan cita rasa
jurnalistik.

Anda pun. Profesi apa saja yang dilakoni. Bisa (juga) demikian. Sibuk, tak ada waktu, apalagi “males” bukan alasan untuk tidak menulis.

Apalagi zaman now. Di mana aplikasi dan teknologi sangat membantu sekaligus memanjakan. Menulis bisa di mana saja dan kapan saja. Tingkat produktivitas niscaya jauh lebih tinggi dibandingkan masa lampau.

Diimbuhi “cuan” dari berbagai macam jenis jasa menulis. Kini bukan hanya honor, melainkan monetisasi menunggu untuk tulisan yang standar dan bermutu –tentu berkelanjutan. *)

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply