Wajah Bali di Mentaren

Judul narasi ini ,pas sekali! Ada wajah, atau representasi Bali di Mentaren, Kalimantan Tengah.

Anda yang telah ke sana, pasti bersetuju. Bahwa memang demikian. Desa Mentaren ini tak ubahnya Bali. Ditata, sedemikian rupa, sehingga semuanya menuansakan Bali.

Bagi Anda yang belum pernah ke sana, ke sanalah! Tapi sebelumnya, tuntaskan membaca narasi ini. Untuk mendapat secuil pengetahuan tentang locus studiorum yang kemudian diolah menjadi sajian menu gizi buku ini. Penulisnya seorang penganut Hindu Bali. Dosen Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya.

Baca Ngayau: The Journey from Conflict to Peace among the Dayak People

Menurut peneliti dan penulis buku ini, Agama Hindu merupakan agama yang tertua di dunia berkembang di masyarakat Nusantara. Sebagai agama yang tertua, agama Hindu berevolusi sesuai dengan perkembangan zaman, yang sesuai dengan konsep tri kerangka ajaran agama Hindu desa, kala dan patra. Perkembangannya dan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat disesuaikan dengan hakekat dan tujuan hidup, kemampuan, tempat, dan waktu, serta keadaan yang berkembang dalam masyarakat itu sendiri yang diajarkan oleh pustaka suci.

Oleh karena itu perkembangan Agama Hindu bersifat plural dan multi kultur sesuai dengan tradisi dan budaya masyarakat Hindu berkembang. Keberadaan umat Hindu seperti itu, sangatlah luwes dan fleksibel sesuai dengan peradaban manusia, oleh karena itu Agama Hindu hadir di tengah-tengah masyarakat Hindu khususnya dan pada umumnya di Nusantara ini pada umumnya.

Agama Hindu dalam Pusaran Zaman
Umat Hindu keberadaannya bukan di pulau Bali saja, tetapi di setiap pulau-pulau besar di Indonesia berkembang umat Hindu baik yang dari Jawa, Bali, maupun secara lokal, pada hakekatnya tidak bertentangan dengan tradisi budaya dimana umat Hindu berada. Agama Hindu mengajarkan pada umatnya toleransi kepada umat lain dan sesama umat beragama dilakukan secara universal yang tidak dibatasi dengan ruang dan waktu.yang menyesuikan dengan situasi.

Dalam rangka meningkatkan penghayatan terhadap ajaran agama Hindu, sangatlah perlu adanya pegkajian keagamaan yang dapat memberikan tuntunan kepada umat Hindu dalam upaya mendalami ajaran agama Hindu. Terbukti  dengan semakin tingginya kesadaran hidup beragama dan semakin meningkatnya upaya mendalami agama dan semakin cerdasnya kehidupan berbangsa dan bernegara, semakin majunya ilmu pengetahuan dan semakin canggihnya teknologi, maka hal ini untuk meningkatnya daya pikir dan daya nalar masyarakat, sehingga masyarakat semakin mengembangkan pemikiran rasionalismenya.

Dalam kehidupan agama Hindu telah muncul keinginan umatnya untuk meningkatkan cara-cara hidup beragama serta mendalami ajaran-ajaran agamanya dengan pendekatan rasionalis dan filosofis guna menembus dogmatis, dengan menggunakan kajian sastra agama yang terhimpun dalam berbagai pustaka, rontal, peninggalan leluhur.

Baca Kaharingan dan Hindu Itu Beda Banget

Dalam hal ini betapa pentingnya bentuk-bentuk upacara dan upakara agama Hindu untuk mendapat pengkajian, agar dapat dipahami arti, fungsi, makna dan kegunaannya, untuk menambah mantapnya perasaan di dalam melaksanakan upacara itu sendiri. Khusus di dalam upacara caru panca sato masih terdapat berbagai variasi, baik mengenai pengertianya, upakaranya maupun mengenai tatacaranya.

Adanya variasi-variasi itu memang beralasan juga, karena agama Hindu bersifat fleksibel dan elastis dalam arti dapat dilaksanakan menurut  desa, kala, dan patra, dan berdasarkan catur dresta serta dalam wujud kanistha, madhya dan uttama, namun adanya suatu pedoman yang dapat dijadikan pedoman, pegangan sangat perlu untuk menghindari terjadinya perbedaan-perbedaan yang mendasar. Inilah  inti yang menjadi latar belakang dari yang dihadapi oleh umat Hindu.

Oleh karena itu masalah ini perlu menjadi perhatian yang  sangat penting untuk dikaji lebih mendalam dalam pembahasan  keagamaan.

Upacara dalam Agama Hindu
Upacara merupakan salah satu bagian penting dalam Agama Hindu. Masih banyak kalangan, bahkan di antara umat Hindu sendiri yang belum sepenuhnya memahami upacara. Untuk itulah perlunya publikasi berupa buku ini untuk mengetahui, memahami, mengkaji, menganalisis, dan mendeskripsikan makna dan  tata cara  upacara caru panca sato di Desa Mentaren, Kecamatan Kahayan Hilir  Kabupaten Pulang Pisau.

Selain itu, pelru pula mengetahui, memahami, mengkaji, menganalisis, dan mendeskripsikan sarana dan prasarana  upacara caru panca sato di Desa Mentaren, Kecamatan Kahayan Hilir,  Kabupaten Pulang Pisau.

Buku mengikat ilmu
Selanjutnya buku ini dimaksudkan agar pembaca mengetahui, memahami, mengkaji, menganalisis, dan mendeskripsikan implikasai upacara caru panca sato bagi  umat Hindu di Desa Mentaren, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.

Kita mentetahui bahwa fungsi buku terutama karena menyampaikan pesan (konten) kepada khalayak secara tuntas dan menyeluruh. Buku adalah media yang menyampaikan pesan dan mempunyai manfaat yang sangat penting yakni manfaat teoretis dan manfaat praktis.

Manfaat teoretis buku ini yakni untuk mengkaji dan mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama dan keagamaan yang terkait dengan tata cara upacara caru panca sato di Desa Mentaren Kecamatan Kahayan Hilir,  Kabupaten Pulang Pisau.

Sedangkan manfaat praktisnya  adalah: 1) Pustaka ini secara praktis bermanfaat sangat besar bagi umat Hindu terutama lembaga  keagamaan Hindu untuk mengetahui tingkat dan keberadaan umat Hindu di daerah-daerah dalam rangka pembinaan umat Hindu. 2) Peulisan ini sangat bermanfaat bagi lembaga pendidikan terutama IAHN-TP Palangka Raya, dan juga untuk mengetahui keanekaragaman budaya Hindu di Kalimantan Tengah. 3) Peulisan ini juga bermanfaat untuk mengetahui implikasi terhadap umat Hindu di Desa Mentaren, Kecamatan Kahayan Hilir,  Kabupaten Pulang Pisau.

Seorang ilmuwan memang wajib berbagi. Memberi manfaat diri dan pemikirannya untuk kemaslahatan masyarakat. Itulah ujud dari Tridarma Perguruan Tinggi.*)

Share your love
Avatar photo
Biblio Pedia
Articles: 239

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply