Budaya Membangun Bangsa| Dari Malinau untuk Indonesia

Sukacita. Juga bahagia seorang penulis. Adalah manakala buku, yang ditulis dan dijadikannya secara susah payah, terbit.

Itu, agaknya, yang menghampiri lubuk nurani terdalam Dr. Yansen TP, M.Si. Di sini, ia sebagai praktisi sekaligus pegiat literasi nasional. Bukan sebagai sesiapa pun juga. Apalagi melihat jabatan politik yang disandangnya, saat ini: KU-2.

Bukan.
Tidak sama sekali! Sekali-kali, tidak.

Lagi pula, tak ada hubungannya dengan jabatan. Meski seorang leader akan lebih lengkap, manakala ia juga bisa menulis –seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan Bill Clinton yang juga para penulis andal dunia.

Di WAG kami, Literasi Dayak, kemarin buku ini jadi: trending topic.

Banyak yang mengulas, memberi profisiat selamat, selain ada yang memesan. Saya lihat sendiri senarai pemesan, beberapa orang memesan : 10 eksemplar. Saya turut terseret memesan lebih dari 1.

Di WAG kami, Yansen menulis sbb:

Buku terbaru saya yg baru terbit. Di buku ini dgn. tegas menyatakan kedudukan Dayak sebagai suku asli Pulau Kalimantan. Tdk diragukan lagi bukti Sejarah menegaskan pernyataan ini. Agar tdk ada lagi orang yang menempatkan Dayak hanya sebagai penghuni pulau Kalimantan, seperti Suku Bangsa yang lain. Dayak adalah pemilik sah Pulau Kalimantan. Kita para penggiat Literasi Dayak harus berani dan tegas menyatakannya dgn tulisan untuk dibaca dan dikutip orang.

YTP – inisial penulis buku ini, tetaplah berkanjang pada bidang yang abadi. Kuasa budaya dan literasi.


Dr. Yansen TP, M.si.

Engkau rupanya mafhum betul kuasa yang abadi. Bukan kuasa ekonomi, apalagi politik, yang dibatasi paling lama hanya 10 tahun.

Verba volant, scrpita manent –sebab yang diucapkan itu akan berlalu, tapi yang dituliskan: abadi.

Lakukan apa yang abadi!

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply