Di Buku Dr. Yansen TP, M.Si. Ini | Ada Namaku Disebut

Dr. Yansen, TP., M.Si.
Bukanlah nama asing di jagad literasi. Bukunya telah berbilang mendekati angka genap: 9. Tebal-tebal lagi. Paling tipis 240 halaman. Paling tebal 600 halaman.

Bukan soal tebal tipisnya sebenarnya, kandungan bobot sebuah buku ditakar. Tapi dari sajian menu gizinya. Yang dikemas secara bernas: padat-berisi.

Makin ke sini, kian bernas sajian buku birokrat yang juga cendikiawan itu. Tercatat Yansen TP, bersama para profesor dan Dr. Willy Yoseph mendirikan Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional (2019) di Palangka Raya. Ia berperan penting dalam membidani proses kelahiran ICDN. 

Salah satu bukti kecendikiawan adalah publikasi hasil riset. Dan Yansen mengajarkan dengan contoh. Yansen juga salah satu inisiator berdirinya komunitas Literasi Dayak yang bergiat diskusi dan menebarkan berbagai publikasi dan hasil kritik atas buku-buku bertopik kedayakan.

Maka tak heran. Di dalam kepala (in mind), Yansen hapal betul siapa Dayak yang mendedikasikan seluruh hidup dan karyanya untuk penelitian, pustaka, serta publikasi Dayak.

Dalam buku terhangatnya ini –baru keluar dari oven pertengahan Desember 2022– Yansen sedikit mengulas tentang saya. Tak diminta. Namun, agaknya Yansen menyadari saya adalah baut kecil dari sebuah spare part badan sebuah Literasi Dayak.

Buku ini diterbitkan Gramedia Pustaka Utama –induk segala penerbitan di lingkungan Kompas Gramedia.

Asal tahu saja. Tidak sembarang penulis bisa menembus tembok tebal dan tinggi badan penerbitan yang bermarkas di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Selatan itu.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 711

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply