Einstein : Otaknya Disimpan Thomas Stoltz Harvey untuk Tujuan Penelitian

Einstein. Siapa manusia-tiga perempat dewa ini? Kiranya tidak perlu lagi dijelaskan.

Semua tahu. Burung pun tahu. Bahwa ia superjenius yang karya dan namanya pasti akan abadi sepanjang segala abad.

Baca http://Pensiun Itu Justru Ditunggu!

Menjadi tua, pasti. Setiap manusia demikian. Bahkan seorang petinju berleher beton, atau tentara perang sekalipun, di masa tuanya, renta. Tak berdaya. Kembali ke titik nadir kembali: bayi.

Tentu menarik megetahui masa tua Einstein.

Sebagian besar masa tuanya dihabiskan di Amerika Serikat. Einstein pindah ke Amerika Serikat pada bulan Desember 1932.

Thomas Stoltz Harvey, patolog di rumah sakit Princeton mengambil otak Einstein untuk disimpan sebelum diremasi. Dengan harapan bahwa suatu saat nanti akan ditemukan mengapa Einstein begitu jenius?

Pada saat itu, Jerman dikuasai oleh Adolf Hitler sebagai Konselor. Salah satu kebijakan Hitler yang kejam  adalah penindasan terhadap orang-orang Yahudi dan memperlakukan mereka sebagai budak.

Orang-orang Yahudi tidak diperbolehkan memiliki pekerjaan kecuali jika mereka mau setia dan mengabdi menjadi pelayananya di Perang Dunia I. Itulah sebabnya, Einstein memutuskan pindah ke Amerika untuk menjadi dosen tamu di Institute for Advanced Study di Princeton, New Jersey.

Selanjutnya Einstein memutuskan untuk menjadi warga negara Amarika Serikat dan mengajukan untuk menjadi warga negara tetap. permohonan ini dikabulkan pada Tahun 1940.

Einstein menerima sertifikat kewargenaraan Amerika Serikat dari hakim Philips Forman.

Baca https://bibliopedia.id/religi-tokugawa-akar-akar-budaya-yang-membuat-jepang-tetap-jepang/?v=b718adec73e0

Setelah diterima sebagai warga negara Amerika, Einstein membeli sebuah rumah untuk keluarganya di Princeton dan menjadi salah satu kontributor di Institute for Advanced Study.

Einsteinmenghabiskan sisa hidupnya di sana. Einstein meninggal dunia pada tanggal 17 April 1955 setelah mengalami pendarahan internal yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah nadi. Einstein meninggal di rumah sakit Princeton pada usia 76 tahun.

Sebelum jenasahnya dikremasi. Seorang patologi di rumah sakit Princeton, Thomas Stoltz Harvey, mengambil otak Einstein untuk disimpan. Dengan harapan bahwa suatu saat nanti akan ditemukan mengapa Einstein begitu jenius?

sumber ilustrasi: https://www.theatlantic.com/magazine/archive/1955/06/albert-einstein-appraisal-of-an-intellect/303934/

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 730

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply