Kacang Ingat akan Kulitnya

“Lupa kacang akan kulitnya” memiliki latar belakang dalam kehidupan sehari-hari.  Peribahsa ini sering digunakan sebagai nasihat atau peringatan terhadap seseorang yang melupakan bantuan atau jasa yang pernah diterima. Atau tabiat seseorang yang hanya mengingat manfaat tertentu tanpa menghargai keseluruhan.

Baca Membaca TEMPO dari Bias Media

Kiasan ini berasal dari dunia agraris atau pertanian. Di mana kacang dan kulitnya melambangkan sebuah kesatuan. Kacang sebagai bagian yang bernilai lebih tinggi dan kulit sebagai pelengkap yang sering diabaikan.

Isi lupa akan kulit kacang

Ketika seseorang (isi) lupa akan kulit kacang, artinya dia hanya mengingat manfaat atau keuntungan tertentu tanpa mengenang atau menghargai keseluruhan yang telah diberikan oleh orang lain.

Peribahasa “Lupa kacang akan kulitnya” mencerminkan prinsip penting dalam hubungan antarpribadi atau kerja sama. Di mana sebuah pesan nilai dan penghargaan atas kontribusi penuh perlu disampaikan.

Dalam konteks ini, peribahasa tersebut berfungsi sebagai pengingat agar seseorang tidak hanya melihat pada manfaat atau bantuan yang langsung terasa. Namun juga menghargai dan mengenang sumber atau asal-usul dari kebaikan yang diterimanya.

Dalam hubungan antarpribadi, seringkali seseorang dapat terlalu terfokus pada manfaat yang diterima dari orang lain. Tanpa memperhatikan atau mengingat bantuan yang mungkin lebih tersembunyi atau tidak langsung terlihat.

Peribahasa ini mengajarkan pentingnya bersyukur dan mengenang semua kontribusi, besar atau kecil, yang telah diberikan oleh orang lain dalam hubungan tersebut.

Kerja sama

Dalam konteks kerja sama, peribahasa ini dapat menyoroti pentingnya menghargai setiap peran dan kontribusi dalam mencapai tujuan bersama.

Seseorang diingatkan untuk tidak hanya menilai hasil akhir atau manfaat yang diperoleh, tetapi juga untuk melihat seluruh usaha dan kontribusi yang diberikan oleh setiap anggota tim atau pihak terlibat.

Baca Si vis Pacem, para Bellum : Prabowo Kerap Menggunakan Frasa Ini

Penerapan peribahasa ini mengajak seseorang untuk memiliki perspektif yang lebih luas. Hal itu mengingat bahwa setiap tindakan baik atau bantuan, sekecil apa pun, memiliki nilai dan memiliki dampak pada hubungan atau kerja sama secara keseluruhan.

Dengan menghargai dan mengenang asal-usul atau bantuan yang mungkin terabaikan, hubungan antarpribadi atau kerja sama dapat menjadi lebih kokoh dan berlandaskan rasa saling penghargaan dan kebersamaan.

Dengan mengingat “kulit” atau bagian yang mungkin dianggap kecil atau kurang penting, seseorang diharapkan dapat lebih menghargai dan bersyukur terhadap bantuan atau kontribusi orang lain.

Jika mau positif, kita bisa saja membalikkan peribahasa ini. Sebagaimana judul narasi ini. *)

 

Share your love
Avatar photo
Biblio Pedia
Articles: 239

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply