Prof. Yohanes Surya| Setiap Orang Hebat Luar Biasa

Setiap Orang Hebat Luar Biasa!

Demikian Prof. Yohanes Surya memberi judul untuk Pengantar buku yang saya dan Dr. Ati Cahayani terjemahkan ini. Terbit tahun 2009 oleh Akademia, sisters company salah satu penerbit buku terbesar negeri ini.

Kali ini saya penerjemah. Seumur-umur jadi editor dan penulis, belum pernah saya menerjemahkan buku asing  ke dalam bahasa Indonesia. 

Guru dan dosen kadang tampak cerdas luar biasa bukan karena lebih pintar dari muridnya, tapi karena: tahu lebih dulu saja!

Mengapa?
Tentu sarat dengan interest personal.

Pertama, buku ini hebat luar biasa. Berisi kata bijak sarat hikmat kebijaksanaan, pandangan, pikiran, serta ucapan orang hebat sepanjang masa. Semua daging! Tinggal diterjemahkan menjadi tindakan.

Kedua, karena buku ini diberi kata pengantar salah seorang hebat negeri ini. Buku hebat harus diperlakukan dengan sempurna pula.

Ketiga, yang mendorong saya berapi-api. Bahkan meminta menerjemahkan buku ini adalah: saya ingin lebih dahulu read and emulate –membaca dan memamah-biak– kandungan gizi buku ini lebih dahulu dari siapa pun! Guru dan dosen kadang tampak cerdas luar biasa bukan karena lebih pintar dari muridnya, tapi karena: tahu lebih dulu saja!

Apa kata Prof. Surya? Simak Pengantarnya yang berikut ini:

Setiap orang dapat menjadi orang yang hebat luar biasa. Bukankah dalam setiap individu sebenarnya sudah tertanam potensi untuk hebat luar biasa (excellence)?

Memang, dalam kehidupan sehari-hari, kita menyaksikan ada orang yang hebat luar biasa dan ada yang tidak. Masalahnya, orang yang hebat luar biasa memaksimalkan potensinya, sedangkan yang tidak, belum memaksimalkan potensinya.

Kadangkala, potensi itu harus digali, dirangsang, dan dibangkitkan baru muncul. Namun, dapat pula muncul tiba-tiba begitu saja. Misalnya, muncul dalam kondisi di mana seseorang dipaksa untuk menjadi atau bertindak luar biasa.

Saya selalu gemar mengambil contoh sesederhana ini. Bahwa semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh kita, lingkungan) akan mengatur diri membantu kita berada pada kondisi terdesak (atau kondisi kritis).

Ketika dikejar anjing misalnya, seseorang yang panik akan berlari dalam kecepatan di atas normal, melebihi kemampuan biasa. Mengapa ini bisa terjadi? Karena sel-sel tubuh kita mengatur diri menghasilkan energi untuk mendukung dia keluar dari kondisi yang kritis ini. Dalam istilah saya, ini namanya Mestakung (semesta mendukung).

Jadi, kita bisa meraih sesuatu dan terlaksana, manakala punya tekad dan kemauan (hukum 1 mestakung: tempatkan diri pada kondisi kritis).

Kadangkala, potensi itu harus digali, dirangsang, dan dibangkitkan baru muncul. Namun, dapat pula muncul tiba-tiba begitu saja. Misalnya, muncul dalam kondisi di mana seseorang dipaksa untuk menjadi atau bertindak luar biasa.

Potensi akan muncul, alam semesta akan mendukung, apabila kemauan tadi kita sertai dengan tindakan (hukum 2 dan 3 mestakung: melangkah dan tekun).

Dalam istilah filsafat, potentia haruslah dinyatakan dalam actu. Dan potensi akan jadi kenyataan, apabila mendapatkan wujudnya dalam tindakan nyata.

Maka benarlah apa yang dikatakan Aristoteles, penemu dan ikon logika tahun silam. Aristoteles mengatakan, “We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act but a habit” (Kita adalah apa yang berkali-kali kita ulang. Karena itu, hebat luar biasa bukanlah tindakan, melainkan kebiasaan atau suatu langkah yang dilakukan secara tekun).

Hebat luar biasa, dengan demikian, bukan bakat yang diturunkan dari atas dan datang dari unsur genetik. Namun merupakan suatu akumulasi dari rangkaian kebiasaan-kebiasaan.

Sebagai contoh, seseorang yang hebat luar biasa dalam bidang kinestetik (menangkis shuttlecock lawan dengan mengayun raket lewat selangkangan), bukan karena bakat, melainkan karena latihan dan kebiasaan.

Kebiasaan ini membiasakan neuron bekerja, sehingga pada saat yang diperlukan, neuron akan bergerak secara refleks sesuai keperluan.

Demikian pun, orang yang punya kecerdasan di bidang eksak (fisika), bukan karena diturunkan dari atas, namun karena kebiasaan yang dibangunnya sejak dini.

Bagaimana caranya menjadi pribadi yang hebat luar biasa? Mudah! Caranya? Ikuti saja nasihat orang luar biasa. Seperti yang ditegaskan William Ellery Channing:

In the best of books,
Great men talk to us,
Give their most precious thoughts,
And pour their souls into ours.

(Dalam buku bermutu,
Manusia luar biasa mengatakan sesuatu pada kita,
Memberikan pemikiran yang hebat,
Dan menuangkan jiwanya pada kita).

Baca dan resapi nasihat orang hebat. Jadilah orang yang hebat luar biasa!

Gading Serpong, Maret 2009
Prof. Yohanes Surya, Ph.D.

01451056714Yohanes Surya PhD.

Share your love
Avatar photo
Masri Sareb Putra
Articles: 729

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply