
Ketungau Tesaek | Dayak Literacy “Writing from within”
The Dayak Ketungau long ago, in the era of the Dutch East India Company, was called: De Ketungau-Dayaks van Sekadau.…
More than Read a Books
More than Read a Books

The Dayak Ketungau long ago, in the era of the Dutch East India Company, was called: De Ketungau-Dayaks van Sekadau.…

The slogan of the President of the Republic of Indonesia, Joko Widodo is: build Indonesia from the periphery. This is…

In 2018 I was invited to be a panelists at the Asian Forum at the Frankfurt Book Fair (German: Frankfurter…

Kumpulan artikel yang dibukukan bukanlah buku. Seperti halnya kumpulan cerpen bukanlah novel! Bentuknya saja buku. Tetapi dilihat dari kandungan isinya…

The 2022 football World Cup, although far away, feels close to Indonesia. That’s because before the Covid 19 Pandemic, the…

Ketika minum kopi sore bersama dua senior, pertanyaan menggelitik otak berpikir terlontar dari salah satunya. “Adakahkah Dayak Sampit itu?” begitu…

“Dalam diri setiap orang ternyata ada kerinduan untuk menulis, untuk menyalurkan gagasan, pikiran-pikiran kritis, tetapi tidak punya waktu atau menulis…

Selama ini, masyarakat-adat dipandang “sebelah mata”. Karena, terutama, belum punya habitus literasi. Yakni membaca, apalagi menuliskan sejumlah tacit knowledge –yang…

What is Plagiarism? Wikipedia kurang lengkap mendefinisikan dan menyebutkan jenis serta ruang lingkup plagiarism. Yang diacu sebagai referensi ialah konsep…

Actually, I am the co-author of this book. However, simply written “editor”. This is in honor of Prof. AB Susanto,…