Sastra
Arip Senjaya

PAMAN MEMPELAI

Di kampung saya, kalau ada rombongan pengantin laki-laki datang, orang yang maju menyambut atau mengantar mereka biasanya itu-itu saja. Saya mengenal wajah-wajahnya, juga jenis kalimat yang bakal keluar begitu mikrofon hidup. Mereka pandai. Ada yang bisa memanggil lima nama tokoh masyarakat tanpa sekali pun melihat catatan. Ada yang menyelipkan pantun.

Sastra
Arip Senjaya

Baris Kedua

Suatu hari Bandung Mawardi mengirim foto sejumlah buku lawas. Di antara sampul-sampul itu saya melihat Golok

News
Michael Sega Gumelar

Panglima Burung 4.0

Perjuanganku untuk menyadarkan sekaligus melindungi Suku Dayak bukanlah suatu pilihan, tetapi kewajiban yang tidak dapat ditolak,

Creative-Writing
Arip Senjaya

Palingan Linguistik

Pagi ini menyinar lain masa Nanti, kau dinanti-dimengerti! Chairil Anwar (puisi “Hukum”) Para akademisi filsafat di